Pembangunan Tugu Agrominapolitan Telan Biaya Rp 2-5 Miliar

418
Pesona Indonesia
Menteri Pertanian Andi Amran saat turun menyemai padi di persawahan Lingga. Foto: hasbi/batampos
Menteri Pertanian Andi Amran saat turun menyemai padi di persawahan Lingga. Foto: hasbi/batampos

batampos.co.id – Plt Kadis Pekerjaan Umum (PU), Said Nursyahdu mengatakan untuk rencana pembangunan tugu Agrominapolitan di Desa Sungai Besar, Kecamatan Lingga Utara, diperkirakan memakan biaya 2- 5 miliar. Untuk kegiatan pembangunan tersebut, Pemkab Lingga akan menggunakan dana alokasi khusus (DAK).

Kelanjutan dari rencana pembangunan tugu Agrominapolitan setelah peletakan batu pertama oleh Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman beberapa waktu lalu, terangnya, akan dikerjakan pada tahun 2017 mendatang.

“Kami perkirakan menelan biaya 2 hingga 5 miliar. Ini termasuk pembangunan sarana penunjangnya seperti taman dan fasilitas penerangan di sekitar tugu,” ungkap Said Nursyahdu baru-baru ini.

Sejauh ini, progres pembangunan tugu Agrominapolitan, disampaikan John -sapaan akrab Plt Kadis PU tersebut- tengah menyelesaikan pembuatan Detail Engenering Desain (DED).

“Kami usulkan DED pembangunannya pada APBD Perubahan, dan telah disetujui. Sekarang sedang dalam proses,” terangnya.

Untuk rancangan bentuk tugu tersebut, kata John, telah disiapkan jauh hari. Namun perlu disiapkan lebih detail lagi termasuk ornamen khas Bunda Tanah Melayu. Agar tugu tersebut menggambarkan semangat kemelayuan Kabupaten Lingga menyongsong program Agrominapolitan yang telah disorot pemerintah pusat.

“Perlu ditambah beberapa ornamen, agar melambangkan kekhasan daerah pada tugu ini. Tinggi bangunannya diperkirakan mencapai 20 meter,” paparnya.

Selain dibangun tugu yang menjadi simbol dan semangat Lingga tersebut, John berharap percepatan pembangunan Desa Sungai Besar disertai infrastruktur jalan. Pasalnya hingga kini, puluhan kilometer jalan Sungai Besar menuju Kecamatan Lingga Utara masih berupa pengerasan tanah merah. Jalan tersebut adalah jalan milik Provinsi Kepri yang perlu segera mendapat sentuhan pembangunan infrastruktur menunjang geliat ekonomi baru diwilayah tersebut. (mhb/bpos)

Respon Anda?

komentar