Pemda Diminta Antisipasi Datangnya Musim Utara

368
Pesona Indonesia
Awan gelap seperti bergulung-gulung di Selat Malaka, Minggu (21/8) sekitar pukul 11.00 WIB terlihat dari perairan Singapura. Cuaca buruk telah mengakibatkan kecelakaan di perairan Tanjungpinang, dimana 15 penumpang pompong dari Tanjungpinang tujuan Pulau Penyengat tewas tenggelam. F. Bambang Irawan untuk Batam Pos
ilustrasi. Foto: Bambang Irawan untuk Batam Pos

batampos.co.id – Pemerintah Daerah diminta miliki persiapan untuk menyambut datangnya musim angin utara yang tak lama lagi akan masuk. Karena musim ini merupakan musim krusial bagi masyarakat Anambas. Pada musim ini cuaca akan berubah menjadi jauh lebih ekstream dibandingkan hari-hari biasa.

Kondisi laut Anambas akan berubah menjadi ganas. Ombaknya akan lebih tinggi dan tiupan angin juga lebih kecang sehingga transportasi laut selain kapal Pelni Bukit Raya akan mengalami kesulitan untuk menembus laut Anambas. Jika hal ini terjadi maka sembako di Anambas melonjak akibat minimnya stok sembako. Karena kapal pengangkut tidak dapat berlayar menuju dan dari Anambas.

Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas Yulius, mengatakan dari pantauan di lapangan saat ini belum ada gebrakan pemerintah daerah untuk mengantisipasi musim utara. “Desakan ini dilakukan agar jangan sampai terjadi kelangkaan sembako di Anambas sehingga harga akan meningkat dan membuat masyarakat menjerit,” ungkap Yulius Rabu (12/10)

Politisi Partai Gerindra itu mengakui memang sejak beberapa terakhir belum ada kelangkaan sembako yang signifikan. Hanya waktu itu sempat terjadi kelangkaan telur hingga harganya hampir 2.000 perbutir di Tarempa. Sedangkan di pulau lebih parah lagi. “Pemerintah terlena, tak lakukan persiapan sejak dini. Kami mengingatkan jika sudah terjadi baru diantasipasi itu sama juga bohong,” tegasnya.

Dalam melaksanakan pemantauan harga seharusnya Disperidagkop juga memantau harga dipulau-pulau karena saat ini terjadi disparitas harga yang mencolok antara sembako yang ada dipulau-pulau dengan di Tarempa. “Memang kita maklumi tentu transportasi menjadi pertimbangan sehingga harga meningkat, namun tidak setinggi itu, hal ini mesti ada pemantauan,” jelasnya.

Yulius juga menyinggung soal pembangunan gudang logistik yang akan kembali dibangun pada taun 2017. Hal ini sangat disayangkan dan seharusnya menjadi pelajaran karena kegagalan pembangunan 2015 silam akhirnya masyarakatlah yang terimbas. “Itu menjadi atensi kami juga, jika dilelalang nanti carilah perusahaan yang benar-benar profesional,” bebernya.

Yulius juga memastikan akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan harga sembako jelang musim utara ini. Jika memang terjadi lonjakan maka pihaknya akan langsung memanggil pemerintah daerah untuk mempertannyakan hal ini. “Sebagai wakil rakyat kita tidak ingin kecolongan, apalagi ini menyangkut urusan kampung tengah (Perut) kita akan kawal dan pantau itu,” tutupnya. (sya/bpos)

Respon Anda?

komentar