Raja Thailand, Bhumibol Adulyadej, Meninggal Dunia

560
Pesona Indonesia
Rakyat Thailand larut dalam tangis seteleh mendengar Raja mereka meninggal dunia. (foto: reuters)
Rakyat Thailand larut dalam tangis seteleh mendengar Raja mereka meninggal dunia. (foto: reuters)

batampos.co.id – Negeri Gajah Putih berduka. Bhumibol Adulyadej, raja mereka yang telah berkuasa selama 70 tahun, meninggal dunia Kamis (13/10).

Sosok Adulyadej meninggalkan kesan mendalam bagi rakyatnya. Dia menjadi figur yang bisa menenangkan negeri yang terhantam berbagai kudeta dan kekacauan politik.

Kondisi raja yang dicintai rakyatnya itu memang menurun drastis beberapa tahun terakhir. Ningrat berusia 88 tahun itu pun jarang terlihat dalam acara-acara kenegaraan. Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha mengatakan Putra Mahkota Maha Vajiralongkorn akan menggantikan posisi mendiang Raja Bhumibol.

”Thailand dalam situasi berkabung selama setahun. Dia (Bhumibol, Red) sudah berada di surga dan menjaga Thailand dari sana,” kata Prayuth. Raja meninggal dalam kondisi negara di kuasai pemerintahan militer seiring kudeta pada 2014.

Istana mengumumkan pada Minggu (9/10) kalau kesehatan raja sudah tidak stabil. Banyak masyarakat Thailand berkumpul untuk memanjatkan doa demi kesehatan raja. Di depan RS tempat Raja Bhumibol dirawat, ratusan orang berkumpul dan berdoa bersama. ”Yang Mulia meninggal dunia di RS Siriraj dengan tenang,” kata istana dalam pernyataan resminya. Ditambahkan kalau Raja Bhumibol meninggal pada Kamis (13/10) pukul 15.52 waktu setempat ( 15.52 WIB)

Raja Bhumibol, yang lahir di Cambridge, Massachusetts, Amerika Serikat, menjadi raja pada 9 Juni 1946 setelah kakak lelakinya Raja Ananda Mahidol meninggal. Meski kekuasaan monarki di Thailand sangat terbatas, namun rakyat melihat Raja sebagai tokoh yang mampu menenangkan mereka.

Dia menjadi penengah dalam setiap kekacauan politik di Thailand. Pembawaannya yang tenang dan santun seolah menjadi oase di tengah masyarakat Thailand yang riuh. Bila ditelusuri Raja Bhumibol sudah melewati 20 konstitusi dan beberapa kudeta. (BBC/tia/jpg)

Respon Anda?

komentar