Sudah Disahkan, UU Kebiri Terkendala Pelaksanaan Teknis

272
Pesona Indonesia
Ilustrasi bahan kimia yang bisa dipakai untuk hukuman kebiri secara kimia pelaku kejahatan seksual terhadap anak. Foto: istimewa
Ilustrasi bahan kimia yang bisa dipakai untuk hukuman kebiri secara kimia pelaku kejahatan seksual terhadap anak. Foto: istimewa

batampos.co.id – Meskipun UU Kebiri atau yang disebut dengan Perlindungan Anak telah disahkan, kini pemerintah menghadapi kendala dalam pelaksanaan teknisnya.

Hal itu diungkapkan Ketua Komisi VIII DPR, M Ali Taher Parasong

Kendalanya tak lain soal eksekutor yang melakukan tindakan kebiri terhadap pelaku kejahatan anak.

Sebab, hingga waktu disahkannya UU tersebut, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) tidak juga memberikan opini.

Pasalnya, menurut mereka penerapan kebiri itu menyangkut pada faktor etika untuk melakukan tindakan medis terhadap pelaku kejahatan.

”Ini yang perlu dipikirkan lanjutannya oleh pemerintah,” kata Ali dilansir Indopos, Kamis (13/10).

Ali menyebutkan ada beberapa opsi untuk mengeksekusi hukuman kebiri. Diantaranya, kemungkinan dokter yang ada di lembaga pemasyarakatan (LP) dan rumah sakit Polri yang memiliki kewenangan untuk itu.

Lebih jauh, Ali mengatakan, setelah disahkannya hukuman kebiri ini perlu dilihat perkembangan selanjutnya dan juga pelaksanaannya.

“Kita perlu lihat pelaksanaannya di lapangan seperti apa. Jika diperlukan evaluasi, perlu waktu yang cukup untuk bisa menerapkan hukum berlaku dulu,” pungkasnya. (aen/iil/JPG)

Respon Anda?

komentar