Tiap Bulan Pemadaman Bergilir, Tapi Tarif PLN Daik Makin Mahal

281
Pesona Indonesia
Akibat pemadaman bergilir PLN Daik, jam belajar siswa terpaksa diterangi lampu teplok. foto:hasbi/batampos
Akibat pemadaman bergilir PLN Daik, jam belajar siswa terpaksa diterangi lampu teplok. foto:hasbi/batampos

batampos.co.id – Warga Daik, Ibukota kabupaten mengeluhkan buruknya pelayanan PLN Sub Rayon Daik Lingga. Pasalnya sejak awal tahun 2016 hingga penghujung tahun, pemadaman bergilir terus saja berlangsung hingga dua pekan. Namun begitu, setiap bulannya warga merasa terbebani dengan tarif PLN yang lebih tinggi.

Salah seorang warga Daik, Rusli mengatakan meskipun terjadi pemadaman bergilir hingga 5 jam tarif listrik yang dibayarkan kepada PLN tidak pernah turun. Padahal pemadaman berlangsung hingga dua pekan setiap bulannya.

“Ini yang aneh. Pelayanan buruk, sering pemadaman bergilir tapi tarif perbulan tetap lebih tinggi dari biasanya,” keluh Rusli, Rabu (12/10).

Selain Rusli, Chandra, warga Daik lainnya, mengatakan kondisi PLN Lingga perlu segera dibenahi secara menyeluruh. Selain mengganggu aktifitas rumah tangga warga, kondisi pemadaman yang bersamaan dengan mid semester siswa sekolah juga mempengaruhi waktu belajar bagi anak-anak.

“Semalam anak saya yang masih SD terpaksa belajar di rumah saudara karena di rumah lagi dapat giliran pemadaman. Kami berharap, pemerintah turun tangan agar pelayanan listrik di ibukota ini lebih baik,” tutur Chandra.

Sementara itu pantauan di lapangan, PLN Sub Rayon Daik Lingga dengan daya listrik yang terbatas terus menambahkan jaringan kesejumlah desa-desa. Mulai dari wilayah Kecamatan Lingga Timur hingga Kecamatan Lingga Utara. Meski PLN mengatakan daya yang dimiliki cukup untuk menerangi seluruh wilayah di pulau Lingga namun pada kenyataannya pemadaman bergilir tak dapat dielakkan mulai dari kerusakan mesin hingga cuaca ekstrim yang menyebabkan gangguan jaringan.

Ditempat lain, Ketua Komisi II bidang ekonomi dan pembangunan, Khairil Anwar yang dihubungi wartawan koran ini mengatakan belum mendapat laporan resmi dari PLN terkait apa kendala pemadaman yang terus terjadi setiap bulannya.

“Sampai saat ini kami belum menerima laporan baik dari pemerintah maupun pihak PLN apa kendala sehingga harus dilakukan pemadaman bergilir rutin setiap bulan,” paparnya. (mhb/bpos)

Respon Anda?

komentar