Truk Pengangkut Tanah Lalu-lalang, Jalan Raya Tepi Laut Kotor dan Berdebu

316
Pesona Indonesia
Jalan raya Tepi Laut yang kotor dan berdebu. foto:osias de/batampos
Jalan raya Tepi Laut yang kotor dan berdebu. foto:osias de/batampos

batampos.co.id – Truk yang mengangkut material untuk proyek pembangunan Gedung Gonggong, yang terletak di kawasan tepi laut, Tanjungpinang, membuat jalan menjadi kotor dan berdebu jika cuaca panas dan becek jika cuaca sedang diguyur hujan.

Pantauan dilapangan, kotor dan berdebunya jalan tersebut terlihat dari akses jalan proyek pembangunan Gedung Gonggong hingga ke depan Monumen Raja Haji Fisabillah (RHF) yang kurang lebih berjarak 200 meter.

Salah seorang warga yang ditemui saat sedang duduk santai di sisi Monumen RHF, Yani (29), mengatakan jalan yang kotor dan berdebu tersebut terlihat dari beberapa hari belakang ini. Menurutnya, kotoran yang berada di badan jalan itu disebabkan dari tanah yang menempel dari ban truk yang melintas di situ.

”Halaman proyek pembangunan Gedung itu kan belum disemen. Jadi pas hari hujan lori yang keluar masuk dari situ rodanya pasti menempel tanah. Makanya sampai kotor kejalanan,” ujar Yani.

Dikatakan Yani, sebelum kotor dan berdebu, banyak masyarakat yang memanfaatkan pagar pembatas jalan yang berada di tengah-tengah antara jalur kearah Monumen dan kearah Gedung Daerah, untuk sekedar nongkrong dan melepas penat.

”Biasanya setiap sore ramai yang duduk di pinggir itu, termasuk saya sendiri. Tapi, semenjak kotor dan berdebu tidak ada lagi yang nongkrong di situ,” kata Yani.

Sementara itu warga lainnya, Rino, berharap pelaksana proyek Gedung Gonggong untuk bertanggung jawab membersihkan badan jalan yang kotor dan berdebu itu.

”Ya harusnya mereka (kontraktor,red) peka. Kawasan Tepi Laut ini setiap sorenya selalu ramai masyarakat yang membawa keluarga untuk jalan dan bersantai disini. Kalau tidak dibersihkan, orang pun malas untuk main dan lewat ke sini,” ucapnya.(ias/bpos)

Respon Anda?

komentar