Alat Berat dan BBM Kendala Cetak Sawah di Bukit Langkap

534
Pesona Indonesia
Menteri Pertanian Andi Amran saat turun menyemai padi di persawahan Lingga. Foto: hasbi/batampos
Menteri Pertanian Andi Amran saat turun menyemai padi di persawahan Lingga. Foto: hasbi/batampos

batampos.co.id – Progres operasi khusus (Opsus) percepatan cetak sawah (PCS) TNI AD di Desa Bukit Langkap, Kecamatan Lingga Timur, terkendala alat berat dan bahan bakar minyak (BBM). Hal tersebut disampaikan langsung Kepala Desa Bukit Langkap, Sudarmin kepada koran Batam Pos, Kamis (13/10).

Meski telah berjalan hampir dua bulan, setelah dibuka oleh Bupati Lingga 17 Agustus dan dikunjungi langsung Mentan Andi Amran Sulaiman bulan September lalu, progres cetak sawah belum maksimal. Hingga kini, dari total 395 hektare alokasi sawah di desa tersebut baru 10 hektare yang terbuka.

“Sampai hari ini baru 10 hektare yang dibuka. Kendala kita alat berat dan BBM,” ungkapnya.

Disampaikan Sudarmin, alat berat yang didatangkan untuk membuka sawah sebanyak 9 unit. Namun hanya 2 unit yang bisa beroperasi maksimal.

“Alat berat yang ada sering rusak. Kondisinya yang tua jadi penyebab. Hanya 2 unit saja yang bisa maksimal. Minyak untuk oprasional juga lambat datang,” kata Sudarmin.

Sejauh ini, dari 10 hektare lahan yang terbuka baru 2 hektare lahan yang sudah disemai padi. Satu hektare lahan disemai warga desa sedangkan 1 hektare lagi sawah disemai oleh Loka Pengkajian Tekhnologi Pertanian (LPTP) Tanjungpinang.

“Kendala lain bibit dan pupuk organik yang belum sampai hingga hari ini. Padi yang ditanam sesuai instruksi harus gunakan pupuk organik. Jadi padi yang sudah ditanam belum dipupuk. Kami berharap, segera didatangkan kebutuhan petani ini,” ungkapnya.

Untuk persiapan penyambutan rencana kunjungan Presiden RI, Joko Widodo (Red Jokowi) ke Lingga pada November mendatang, 5 hektare lahan telah disiapkan TNI AD bersama masyarakat untuk ditanami padi.

Sementara itu, 3 desa lainnya di Pulau Lingga yang menjadi lokasi PCS yakni Desa Panggak Darat, Panggak Laut dan Nerekeh hingga saat ini belum ada progres pembukaan lahan.

Menanggapi persoalan ini, Dinas Pertanian Kabupaten Lingga belum dapat diklarifikasi. Kadistanhut Lingga, Rusli Ismail yang dihubungi belum memberikan keterangan terkait kendala yang dihadapi warga dalam PCS. (mhb/bpos)

Respon Anda?

komentar