Di Bandung, Mulai 1 November Dilarang Pakai Styrofoam

396
Pesona Indonesia

batampos.co.id – Mulai 1 November mendatang, penggunaan styrofoam untuk kemasan makanan dan minuman bakal dilarang di Bandung.

Langkah tersebut diambil menyusul berbahaynya efek yang ditimbulkan dari styrofoam.

Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil mengatakan, faktor kesehatan dan terlalu banyaknya volume sampah styrofoam jadi alasan utamanya menerapkan kebjakan ini.

Dari sisi kesehatan, kata Emil, Penggunaan styrofoam untuk kemasan makanan dan minuman bisa berbahaya bagi kesehatan, karena dapat memicu penyakit kanker.

“Dalam kandungan styrofoam itu ada zat kimia, kalau dia menguap bisa kanker bagi yang makan,” ujar Emil saat dihubungi para wartawan, Kamis (14/10).

Pertimbangan Emil yang lainnya adalah produksi sampah styrofoam yang dihasilkan kota Bandung sudah terlalu banyak.

Emil menginstruksikan BPLHD Kota Bandung untuk memanfaatkan sisa waktu 2 minggu kedepan melakukan sosialisasi aturan tersebut kepada masyarakat kota Bandung.

Mengenai alternatif kemasan pengganti styrofoam, Emil menyarankan kepada para pedagang untuk menggunanakan kemasan ramah lingkungan.

Emil pernah memakan seblak di Tamansari foodcourt, pedagang menggunakan dasarnya dari piring kemudian di atasnya pake daun pisang.

“Take away dia bisa menggunakan bungkus kertas yang tebal atau kertas nasi, itu enggak masalah,” tandasnya.(gun/rmol/mam/JPG)

Respon Anda?

komentar