Dianggap Penyebab Kecelakaan, Warga Hadang Truk Pengangkut Tanah

412
Pesona Indonesia
Puluhan truk pengangkut tanah diberhentikan oleh sekelompok masyarakat dijalan Punggur, Kamis (13/9). Mereka menyayangkan  pengankutan tanah tersebut tidak memakap penutup bak truk mobil mengakibatkan tanah jatuh kejalan. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Puluhan truk pengangkut tanah diberhentikan oleh sekelompok masyarakat dijalan Punggur, Kamis (13/9). Mereka menyayangkan pengankutan tanah tersebut tidak memakap penutup bak truk mobil mengakibatkan tanah jatuh kejalan. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Truk-truk pembawa tanah, ditengarai sebagai banyaknya terjadi lakalantas di sepanjang jalan Punggur ke Batamcenter. Sebab tanah-tanah yang dibawa truk tersebut berceceran di jalan, sehingga membuat jalanan menjadi licin. Dan sangat berbahaya bagi pengedara roda dua.

Oleh sebab itu, Ketua Persatuan Pemuda Tempatan (Perpat) Indra bersama anggotanya dan masyarakat untuk menghadang jalan truk tersebut. “Korban akibat tanah berceceran ini sudah banyak,” kata Indra, kemarin.

Ia mengatakan dari sepengetahuanya, sudah delapan orang terjatuh. Dan salah satu korban dari pihak Perpat, harus mendapat 29 jahitan. Kedatangan perpat bersama dengan masyarakat ini, dalam rangka melihat surat jalan trk-truk tersebut. “Mau lihat, sebab mereka beroperasi dari siang hingga malam. Dan itu sangat menganggu masyarakat sekitar sini,” ujarnya.

Perpat dan masyarakat cukup lama menahan truk-truk ini. Setelah ada negoisasi panjang, akhirnya puluhan truk tersebut dibiarkan melakukan aktivitasnya.

Indra berharap pemilik atau pengelola truk pengangkat tanah ini, bisa memikirkan masyarakat sekitar. Dengan cara, saa truknya membawa tanah harus ditutupi terpal sepenuhnya. Sehingga tanah tak berceceran dijalan, dan tak menganggu para pengedara lainnya.

Selain menyebab licin, tanah yang berserakan akibat aktivitas truk-truk itu juga membuat debu. Sehingga banyak masyarakat yang menggeluhkan batuk-batuk, saat melalui jalan ini. “Sering batuk, walau sudah saya pakai masker. Tetap debunya terhirup juga,”ungkap salah satu pengendara yang melewati jalan punggur-batamcenter, Arif. (ska/bpos)

Respon Anda?

komentar