Gara-gara Tak Hafal Gerakan, Pesilat Meninggal Ditendang Pelatih

1044
Pesona Indonesia
Ilustrasi: jawapos
Ilustrasi: jawapos

batampos.co.id – Sungguh naas nasib yang menimpa Aan Bayu Kurniawan. Remaja 14 tahun asal Dusun Pelangkat, Desa Bajulan, Kecamatan Loceret, Nganjuk, itu tewas Rabu (12/10) malam saat berlatih silat di halaman SDN Macanan 1, Kecamatan Loceret.

Aan tewas setelah ditendang oleh Ambi Datuna Tawala (18) yang tak lain adalah pelatihnya sendiri.

Insiden maut itu berawal saat Aan datang di halaman SDN Macanan 1 sekitar pukul 18.30. Bersama teman-temannya, dia hendak berlatih silat di lokasi tersebut seperti rutinitas sebelumnya.

Namun, latihan baru dilaksanakan sekitar pukul 20.30. Tepatnya saat Ambi Datuna Tawala, sang pelatih, datang.

Pada awal latihan, Aan melakukan pemanasan. Kemudian, Ambi memberikan aba-aba agar siswa binaan melakukan gerakan kuda-kuda.

Saat itu Aan melakukan kesalahan. Dia tidak hafal gerakan yang harus diperagakan.

Mengetahui muridnya melakukan kesalahan, Ambi spontan menendang Aan tepat di bagian ulu hati sebanyak tiga kali. Tendangan yang diduga cukup keras itu membuat Aan terjatuh sambil memegang perut.

“Awalnya korban dibawa ke mantri desa setempat,” kata Kasatreskrim Polres Nganjuk, AKP Trisno Nugroho.

Selah memeriksa Aan, mantri Ariyo merujuk sang pasien ke RSUD Nganjuk untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Sebab, Aan diperkirakan mengalami luka dalam.

Sayang, nyawa siswa kelas VIII SMPN 2 Loceret itu tidak bisa ditolong. Dia meninggal saat dalam perjalanan ke rumah sakit.

Kejadian tersebut lantas dilaporkan ke Polsek Loceret dan Polres Nganjuk. Ambi hingga tadi malam menjalani pemeriksaan di Polres Nganjuk. (c1/ut/c4/diq/jpg)

Respon Anda?

komentar