Inspektorat Periksa Berkas Proyek SPAM di Anambas

363
Pesona Indonesia
Tempat penyulingan air proyek SPAM di Batu Tambun, Tarempa Selatan. foto;syahid/batampos
Tempat penyulingan air proyek SPAM di Batu Tambun, Tarempa Selatan. foto;syahid/batampos

batampos.co.id – Inspektorat saat ini sudah mulai melakukan pemeriksaan berkas Proyek Sistem Pengolahan Air Minum (SPAM) Kecamatan Siantan dengan pagu anggaran sebesar Rp 29 miliar yang dilaksanakan oleh PT. Nirwana Jaya Sakti pada tahun 2013 dan 2014. Hal tersebut wajib dilaksanakan karena menindaklanjuti surat dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang meminta klarifikasi proyek tersebut.

“Tim sudah terbentuk dan sampai saat ini kita sudah dua hari melaksanakan pemeriksaan berkasnya, tapi laporan dari tim belum disampaikan ke kita,” ungkap Plt Kepala Inspektorat Anambas Ody Karyadi, di ruang kerjanya, Kamis (13/10)

Ody, mengakui kapasitasnya sebagai Inspektorat mengenai hal ini hanya sebatas klarifikasi berkas, setelah selesai akan dilaporkan kembali kepada KPK. Yang menentukan apakah ada mark up atau ada penyelewengan dana atau kerugian negara itu bukan ranah kita lagi,” ungkapnya lagi.

Lebih jauh Ody menyebutkan kalau dirinya memberi waktu kepada Tim berkeja selama 14 hari. “Kita tak mau mengganggu tim yang sedang berkerja, biarkan mereka berkerja dengan tenang,” tukasnya.

Pria yang juga menjabat sebagai Kadis Kominfo Anambas itu juga berencana akan memanggil Pejabat Pembuat Komitmen (PPKOM) untuk meminta keterangan terkait Proyek SPAM ini.

Dirinya menambahkan bahwasanya perlu diketahui, KPK meminta inspektoart untuk mengklarifikasi karena hal tersebut merupakan ketentuan MK. “KPK boleh saja meminta klarifikasi dari BPK atau BPKP tapi juga boleh minta kepada Insepektorat,” tukasnya.

Kedepan, lanjut Ody, pemerintah daerah dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan strategis akan menggandeng Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Pusat (TP4D) agar kegiatan tersebut berjalan dengan baik dan kejadian-kejadian seperti saat ini tidak lagi terulang.”Kita akan menggandeng Kejaksaan, BPK ataupun BPKP untuk proyek-proyek strategis,” ungkapnya.

Sebelumnya Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas Abdul Haris, mengatakan kalau dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan strategis kedepan akan menggandeng Tim TP4D sehingga semua perjaan berjalan dengan baik dan benar. (sya/bpos)

Respon Anda?

komentar