Jual Buku LKS Langgar Aturan Menteri

634
Pesona Indonesia
LKS yang biasa diperjual belikan di sekolah. Foto: zaenalkhayat.wordpress.com
LKS yang biasa diperjual belikan di sekolah. Foto: zaenalkhayat.wordpress.com

batampos.co.id – Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim secara tegas melarang memperjualkan buku Lembar Kerja Siswa (LKS) di sekolah. Dikarenakan, sudah ada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 8 tahun 2016 tentang buku yang digunakan oleh satuan pendidikan.

“Jadi semua sekolah harus patuh dengan surat edaran yang dikeluarkan oleh pemerintah. Tidak ada tawar menawar lagi, aturan harus dijalankan,” jelas ANwar Hasyim usai membuka acara Kampung KB di Kelurahan Sungai Lakam Barat, Kamis (13/10) kemarin.

Ditanya ada salah satu guru SMAN 2 Karimun yang kedapatan menjual buku LKS, Anwar mengaku sudah memerintahkan Dinas Pendidikan untuk menelusuri kebenaran kabar tersebut. “Pokoknya, kita (Pemkab Karimun-red) sudah jelas-jelas melarang. Jadi ke depannya tidak terulang lagi kasus seperti ini, apabila ada yang melakukan akan kita berikan sanksi seberat-beratnya. Sepuluh ribu saja cukup berarti bagi masyarakat yang kurang mampu,” tegasnya.

Sementara Kepala Sekolah SMAN 2 Karimun, Rustam, ketika dikonfirmasi mengatakan, bahwa buku LKS yang dibeli oleh pelajar sudah ditarik kembali oleh pihak sekolah. Uangnya sudah dikembalikan kepada anak-anak didiknya.

“Sudah kita tarik kembali. Perlu saya tegaskan, tidak ada pemaksaan terhadap penjualan buku LKS,” singkatnya. (tri/bpos)

Respon Anda?

komentar