Pelabuhan Rakyat Rusak, Pelajar Numpang Pelantar Restoran

350
Pesona Indonesia
Dua pelajar SD warga  Kampung Tua Tiang Wangkang melintasi pelantar pelabuhan yang sudah rusak. Foto: Ahmad Yani/ Batam Pos
Dua pelajar SD warga Kampung Tua Tiang Wangkang melintasi pelantar pelabuhan yang sudah rusak. Foto: Ahmad Yani/ Batam Pos

batampos.co.id – Para pelajar warga Tiang Wangkang terpaksa menumpang pelantar restoran untuk turun dan naik pompong. Karena pelabuhan rakyat yang selama ini digunakan sudah mulai rusak tidak layak digunakan lagi.

Pelabuhan rakyat milik warga Tiang Wangkang dibuat dari bahan kayu, menjulang kearah laut dengan panjang 10 meter, lebar satu meter, dibuat atas swadaya masyarakat. Sekarang jarang difungsikan karena kondisinya sudah rusak, sudah banyak tiang penyanggah yang patah, jika berjalan di atasnya terasa bergoyang, papan pelantarnya juga sudah tidak datar lagi naik turun dan bahkan ada yang copot.

“Dibuat secara bergotong royong, ada yang menyumbang kayu dan paku,” ujar Krisna Wati, warga Tiang Wangkang.

Sejak didirikan beberapa tahun lalu dan berkali-kali diperbaiki. Namum pelabuhan tersebut kembali rusak. “Pemerintah sempat janji membuat permanen dengan beton, tapi hingga kini belum juga,” ujar Dian warga Tiang Wangkang.

Pelabuhan rakyat tersebut salah satu tempat naik turun para pelajar yang bersekolah di SDN 003 Pulau Akar, SDN 009 dan SMPN 14 Pulau Panjang. “Sekarang pelajar numpang di restoran,” ucap Dian.

Selain pelajar, pelabuhan tersebut ramai digunakan warga setempat dan warga pulau di sekitar Tiang Wangkang. “Yang menggunakan pelabuhan banyak. Semua lewat di pelabuhan Tiang Wangkang,” ungkap Krisna warga lainnya.

warga mengaku sangat berharap kepada pemerintah dapat membuat pelabuhan beton untuk rakyat, agar akses warga dan pelajar bisa lancar. “Tempat lain sudah pada dibeton, kita saja belum,” ungkap Krisma. (cr14)

Respon Anda?

komentar