Pembangunan Pasar Tanjungpinang Digelontor Rp 7 Miliar

287
Pesona Indonesia
Pasar Pelantar 2 Tanjungpinang. foto:faradilla/batampos
Pasar Pelantar 2 Tanjungpinang. foto:faradilla/batampos

batampos.co.id – Pasar di kawasan Pelantar Dua yang sempat terbakar pengujung tahun 2013 silam direhabilitasi melalui bantuan pemerintah pusat. Tidak tanggung-tanggung, dana yang digelontorkan mencapai Rp 7 miliar untuk rehabilitasi total kondisi pasar yang nyaris tiga tahun belum tersentuh pembenahan menyeluruh ini.

Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah mengungkapkan, dana sebesar itu merupakan persetujuan pemerintah pusat atas program kerja yang diajukan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait. Lis mengapresiasi hal tersebut. Karena untuk mendapatkan dana alokasi dari pemerintah pusat, kata dia, mesti ada program kerja yang kreatif, bagus, dan punya urgensi tinggi.

“Kalau hari-hari begini mengharapkan anggaran daerah saja itu namanya tidak maksimal. Berurang kali saya tekankan kepada SKPD dalam setiap rapat, agar bisa menyusun program kerja yang dilirik pemerintah pusat,” kata dia, kemarin.

Sebab itu, di tahun-tahun ke depan, Lis menginginkan masing-masing SKPD Pemko Tanjungpinang bisa bekerja lebih kreatif. Dimulai dari penyusunan program kerja untuk tahun 2017 mendatang hingga kreatif dalam menata alokasi anggaran daerah yang cukup terbatas.

“Sehingga defisit itu bukan alasan kalau sampai mengganggu pembangunan. Itu semua kan tergantung program yang disusunnya,” ucapnya.

Sementara itu, kini rehabilitasi total pasar yang berada di kota lama ini sudah dalam proses pengerjaan. Diharapkan bisa rampung sebelum tahun berganti. Nantinya, pasar tersebut akan memiliki setidaknya 30 kios. Kemudian diisi dengan meja-meja jualan. Serta akan disediakan sekitar 10 kios untuk kapal sayur mayur.

“Itu untuk pasar kering, karena memang sebelumnya adalah pasar kering, seperti jual baju,” ujar Lis.

Ia melanjutkan, pedagang yang akan menepati pasar tersebut merupakan pedagang lama yang sebelumnya memang berdagang di pasar itu. Namun jika ada kios lebih, baru ditempatkan sejumlah pedagang baru di sana. Proses pemindahan kembali akan dilakukan setelah pembangunan pasar tradisional ini rampung seratus persen. (muf/bpos)

Respon Anda?

komentar