Penertiban PKL Berlanjut ke Lubukbaja dan Batuampar

574
Pesona Indonesia
Sejumlah petugas Satpol PP mengangkut peralatan gerobak kaki lima yang menganggu jalan pedestrian dalam operasi pembersihan pedagang kaki lima (PKL di beberapa kawasan di Batam, Kamis (13/10). Tambak tumpukan gerobak PKL di Mako Satpol PP di Batamcenter. Foto:Rezza Herdiyanto/Batam Pos
Sejumlah petugas Satpol PP mengangkut peralatan gerobak kaki lima yang menganggu jalan pedestrian dalam operasi pembersihan pedagang kaki lima (PKL di beberapa kawasan di Batam, Kamis (13/10). Tambak tumpukan gerobak PKL di Mako Satpol PP di Batamcenter. Foto:Rezza Herdiyanto/Batam Pos

batampos.co.id – Puluhan gerobak hasil Penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) hasil razia sejak Senin (10/10) menumpuk di depan Mako Satpol PP Batamcenter, Kamis (13/10).

Gerobak-gerobak itu merupakan milik pedagang yang nekat berjualan baik permanen maupun non permanen di fasilitas umum sehingga menganggu ketertiban masyarakat umum.

“Tiga hari kemarin 70 diamankan, hari ini 16 gerobak. Hampir seratus gerobak,” kata Kasi operasi dan pengendalian Satpol PP Kota Batam, Surya Kurniawan Lubis.

Menurutnya pekan ini penertiban yang difokuskan di wilayah Lubukbaja dan Batuampar, ke depan penertiban akan terus dilakukan di seluruh kecamatan di Pulau Batam.

“Minggu depan Sekupang, baru itu pindah ke Batamkota selanjutnya Batuaji, Sagulung juga Seibeduk,” katanya.

Lanjut dia, pedagang akan dipersilahkan untuk mengambil kembali gerobak-gerobak tersebut, namun demikian para pedagang harus menandatangani surat pernyataan bermaterai agar tidak lagi berjualan di fasilitas umum.

“Jika kembali berjualan di tempat yang sudah dilarang itu, kita akan sita untuk dimusnahkan,” tegasnya.

Sementara itu seorang pedagang yang akan mengambil gerobak, Edi Guntur, mengaku kaget, karena menurutnya petugas belum melayangkan surat peringatan sebelum menggusur. “Ini namanya sergap, belum ada pemberitahuan,” katanya.

Ditanya ada kemungkinan penataan, pria yang berjualan depan Vihara Maetrya Seipanas dan terjaring razia Senin (10/10) ini mengatakan siap difasilitasi atau dipindahkan ke tempat yang akan disediakan pemerintah. “Kalau cocok mau-mau saja,” pungkasnya. (cr13/bpos)

Respon Anda?

komentar