Tarif Parkir Naik 100 Persen, Warga Menolak

475
Pesona Indonesia
Mobil dan motor di depan BCS Mall parkir di bahu jalan sehingga membuat jalan kerap macet. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos
Mobil dan motor di depan BCS Mall. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Rencana kenaikan tarif parkir sepeda motor dan mobil hingga seratus persen ditentang warga. Warga menilai kenaikan itu bisa membebani mereka.

Kenaikan tarif sesuai draf yang telah diusulan Pemko Batam terkait revisi rancangan peraturan daerah (ranperda) perubahan Peraturan Daerah (Perda) No 1 Tahun 2012, tentang Retribusi Parkir Batam itu dinilai sangat tinggi.

Dari awalnya, sepeda motor Rp 1.000 dan mobil Rp 2.000. Untuk sepeda motor menjadi Rp 2.000 dan mobil menjadi Rp 4.000, begitu juga parkir di mall dan hotel.

Evan, warga Batamcenter mengatakan, dengan adanya kenaikan tarif hingga 100 persen tersebut membuat dirinya merasa terbebani. “Mati lah kita kalau naik,” ujar Evan kepada koran Batam Pos, Kamis (13/10).

Evan yang bekerja sebagai pemasok roti disejumlah toko dan minimarket di Batam, selalu berkeliling membawa mobil satu hari 20-30 toko dan minimarket yang didatanginya. “Kalau tempat kita singgahi bayar semua berat juga jadinya,” ucap Evan.

Memang kata Evan, uang parkir diberi oleh perusahaanya bekerja. Namun tetap saja mengurangi penghasilan usaha mereka. “Kita usaha roti ngambil untung kecil,” terangya.

Menurutnya, pemerintah lebih baik membenahi kinerja juru parkir di lapangan yang mana masih banyak dijumpai juru parkir yang tidak dilengkapi dengan atribut parkir tapi berani memungut uang parkir. “Nggak pakai seragam, karcis nggak dikasih,” kata Revan.

Tidak hanya itu, jam operasional juru pakir juga tidak menentu, terkadang hingga larut malam. “Ada yang beroperasi lewat dari jam 10,” ungkapnya. (cr14/bpos)

Respon Anda?

komentar