Tol Laut Bisa Atasi Kelangkaan Sembako pada Musim Utara

579
Pesona Indonesia
Tol Laut Caraka Niaga III yang digunakan membawa sembako ke pulau-pulau perbatasan. foto:syahid/batampos
Tol Laut Caraka Niaga III yang digunakan membawa sembako ke pulau-pulau perbatasan. foto:syahid/batampos

batampos.co.id – Natuna akan meminta penambahan kapal untuk transportasi laut ke pemerintah pusat. Hal tersebut dikatakan oleh Bupati Natuna, Hamid Rizal, Kamis (13/10).

“Kebetulan saya menerima kedatangan direktur Pelni ke Natuna. Kondisi transportasi laut sangat kurang, saya minta armadanya ditambah,” ungkap Hamid saat coffee morning bersama wartawan di restoran Doni Ronaldo Ranai.

Transportasi laut ke Natuna saat ini, lanjut Hamid, regulernya hanya KM Bukit Raya, kadang diganti KM Lawit dua minggu sekali. Dengan penambahan kapal transportasi laut, menurut Hamid, ekonomi masyarakat akan lebih cepat.

“Pemerintah berharap antarkecamatan punya transportasi laut reguler ke pusat kabupaten. Supaya ekonominya cepat berkembang, baik di Serasan ke Ranai, Midai ke Ranai maupun dari Pulau Subi ke Ranai,” terang Hamid.

Natuna sudah mendapat perhatian pemerintah pusat. Lebih banyak kegiatan dicanangkan Presiden, dan akan digesa untuk Natuna termasuk Anambas.

Bahkan, sambung Hamid, Presiden sudah meminta Menteri Perhubungan, agar program tol laut dipercepat. Sebelumnya singgah ke Natuna selama 21 hari, diuubah menjadi 10 hari. Dengan rute Pontianak, Natuna, Anambas, Tanjung Pinang, Jakarta, kembali ke Pontianak dan seterusnya.

Dijelaskan Hamid, program Tol Laut untuk Natuna sangat tepat. Untuk mencegah terjadinya kelangkaan kebutuhan pokok dimusim Utara. Sehingga pemerintah mengoperasikan kapal berkapasitas 3.000 ton.

“Musim angin Utara dibutuhkan kapal besar, untuk bisa ke Natuna. Selama ini kondisi selalu dikeluhkan, tapi sudah terjawab oleh pak Presiden,” ujar Hamid.(arn/bpos)

Respon Anda?

komentar