Wakil Rakyat Dapil Natuna-Anambas di DPRD Kepri Tersisa Satu Orang

473
Pesona Indonesia
Taufik, satu-satunya anggota DPRD Kepri asal Natuna-Anambas. foto:faradillah/batampos
Taufik, satu-satunya anggota DPRD Kepri asal Natuna-Anambas. foto:faradillah/batampos

batampos.co.id – Seharusnya ada tiga wakil rakyat dari daerah pemilihan (dapil) Anambas-Natuna yang menjadi penyampai aspirasi mereka di DPRD Provinsi Kepulauan Riau. Namun, di pengujung tahun ini kondisinya tinggal satu orang saja yang menjadi penghubung permintaan masyarakat dari kabupaten Anambas dan Natuna.

Kondisi ini menyulitkan. Begitu Taufik, satu-satunya anggota DPRD Kepri asal Natuna-Anambas yang berkantor di Dompak. Sebab dua nama lainnya, Sofyan Samsir meninggal dunia beberapa waktu lalu, dan Erianto yang terjerat kasus pidana dana hibah bansos. Sebagaimana diketahui bersama, kedua rekan Taufik ini belum juga dilakukan proses Pergantian Antar Waktu (PAW) oleh masing-masing partai pengusungnya.

“Natuna dan Anambas itu jaraknya kan jauh, dalam reses agak sulit bagi saya untuk mengkaver keduanya,” begitu keluhan Taufik ketika sidang paripurna dengan agenda pembahasan hasil reses kemarin.

Seorang diri, Taufik lantas mengaku hanya dapat menjalankan reses berpusat di kabupaten asalnya, yakni Anambas. Lantaran terbatasnya waktu ditambah pula rentang jarak yang terlalu jauh.

“Sebelum-sebelumnya, aspirasi reses lebih banyak mengantongi aspirasi masyarakat Natuna, sedikit sekali hasil dari Anambas yang dapat diambil. Berhubung kondisi juga seperti akhirnya, saya memutuskan untuk fokus melangsungkan reses di Anambas,” tutur politisi Fraksi PDI Perjuangan ini.

Kendati demikian, ia memastikan persoalan vital terkait pendidikan kesehatan dan transportasi yang juga turut menjadi persoalan di Natuna, tetap tertulis dalam laporannya. “Natuna jadinya tetap
terpantau via hubungan telepon. Berhubung persoalan yang sama hingga saat ini masih belum juga tuntas,” tambahnya lagi.

Usai menjalani reses selama tujuh hari kemarin, seluruh legislatif yang mewakili wilayah pemilihannya lantas diharuskan menuliskan laporan terkait aspirasi yang dipandang harus segera tersampaikan kepada pemerintah daerah. Tak terlepas pula Taufik. Namun pada penyerahan laporan kemarin, Taufik mengaku belum dapat memberikan laporan tertulis tersebut dengan lengkap.

“Saya sendiri, sementara lokasi reses jauh. Selain itu DPRD belakangan ini tahu sendiri seperti apa sibuknya. Banyak pembahasan yang perlu dijalankan sekarang ini,” kata Taufik.

Dari itu, sesuai persetujuan Ketua DPRD Kepri dan juga jajaran legislatif, Taufik mendapatkan waktu tambahan.

“Saudara Taufik akan kami berikan waktu tambahan, tapi tetap tak melewati agenda pembahasan reses lanjutan. Ini akan kami bicarakan bersama nanti,” ucap Ketua DPRD Kepri, Jumaga Nadeak saat ditemui di ruangannya.

Terlepas dari aktivitas reses yang telah berakhir, Taufik kemudian mengharapkan proses PAW kedua teman sejawatnya dapat segera diproses. Harapannya terlebih pada partai Golkar, berhubung secara internal ini tak ada kendala administrasi internal yang berarti.

“Lebih baik dilantik saja dulu, toh orangnya sudah ada. Mau seperti apa kelanjutannya bisa dibahas kemudian. Paling tidak berdua kinerja sudah bisa sedikit membantu,” tuturnya.

Sementara itu, hasil reses masing-masing dapil pada paripurna kemarin hanya diserahkan kepada ketua dprd saja. Berhubung padatnya agenda dprd di hari yang sama. Sehingga, proses reses tetap dapat berjalan kendati padatnya waktu.

“Kondisi seperti ini diharapkan tak terjadi lagi. Dan hanya terjadi karena kondisional semata,” ujar politisi Golkar, Taba Iskandar usia kesepakatan tersebut dijalankan. (aya/bpos)

Respon Anda?

komentar