Akbar Adriana, Pecatur Cilik Kepri

475
Pesona Indonesia
Akbar Adriana sedang latihan main catur. foto:jailani/batampos
Akbar Adriana sedang latihan main catur. foto:jailani/batampos

Bakat, tidak mengenal istilah umur. Seperti yang melekat pada kemampuan bermain catur, Akbar Adriana (8,5). Kemampuan yang dimiliki Akbar kini menuntunnya untuk menjadi atlet catur terbilang kedepannya. Provinsi Kepri beruntung punya bakat seperti Akbar. Meskipun sempat ditawar untuk berkiprah di Padang, Sumatera Barat. Untuk nama besar Kepri orang tua menolaknya.

JAILANI, Tanjungpinang

Dimata orang tuanya, Iryos, kecintaan Akbar bermain catur mulai terlihat sejak berumur lima tahun yang lalu. Anak kedua dari tiga bersaudara tersebut, belajar dari dirinya. Disebutkannya, anak keduanya itu mulai bisa bermainan catur karena diajari olehnya. Pengalamannya sebagai Guru Olahraga di SMK Negeri 1 Tanjungpinang sedikit banyak membantu perkembangan Akbar.

Diceritakannya, karena kesukaan Akbar terhadap permainan catur semakin dalam, sementara kreativitasnya bermain catur sangat terbatas. Dan kebetulan dirinya kenal dengan grand master catur nasional yang merupakan putra asli Tanjungpinang, Risman NN. Berangkat dari pertemuan itu, sejak setahun yang lalu, Akbar fokus berlatih lima hari sepekan.

“Saya melihat dia punya bakat yang lebih dari saya. Makanya sedaya upaya, saya akan mewujudkan cita-cita Akbar,” ujar Iryos disela-sela berbincang dengan Batam Pos, Kamis (13/10) malam lalu dikediamannya di Perumahan Hang Tuah, Tanjungpinang.

Sejak rutin berlatih, putra pasangan Iryos dan Sriyati tersebut sudah menyabet berbagai gelar bergengsi pada usia yang masih kelas dua Sekolah Dasar (SD) tersebut. Belakangan ini, siswa SD Negeri 011 Tanjungpinang keluar sebagai juara pertama untuk kategori pecatur cilik, pada pertandingan Catur Unique yang ditaja oleh Persatuan Catur Indonesia (Percasi) Provinsi Kepri di Batam.

Sebelumnya, pada Juni 2016 lalu, Akbar merebut medali emas pada ajang O2SN tingkat Kota Tanjungpinang, pada kategori SD. Kemudian melangkah pada tingkat Provinsi Kepri, Akbar kurang beruntung, karena hanya meraih juara ke II. Meskipun begitu, Akbar tidak berpatah arang, dia terus mengasah kemampuan bermain caturnya. Pada 02SN tingkat nasional, Akbar bertengger di posisi sembilan.

“Akhir pekan ini, ada pertandingan di Batam. Tetapi Akbar tidak diterima mendaftar, karena usianya yang masih terlalu muda,” sebut Iryos.

Menurut Iryos, putranya itu pernah adu kemampuan bermain catur dengan pelatih Catur Sumbar. Bahkan pada permainan yang diburu waktu itu, Akbar hampir memenangkan permainan. Karena kemampuannya bermain catur, mengundang ketertarikan, supaya Akbar melanjutkan pendidikan di Padang, untuk dipersiapkan sebagai generasi penerus.

“Karena Akbar lahir di Tanjungpinang, Provinsi Kepri. Tentu saya ingin ia membawa nama besar Kepri kedepannya,” ungkap Iryos.

Diakuinya, kemampuan keuangannya yang terbatas, menjadi penghalang bagi Iryos untuk mewujudkan akbar menjadi atlet catur yang terbilang kedepannya. Saat ini, metode pelatihan yang diterapkan oleh pelatih, selama sepekan, tiga kali berlatih teori, dua kali latih tanding dengan para senior.

“Bahkan perkembangannya sangat menjanjikan, karena mampu memenangkan pertandingan dengan melawan senior-seniornya. Tempat latih tandingnya hanya di Kaca Puri, Tanjungpinang,” sebut Iryos.

Disebutkan Iryos, dirinya hampir pernah jual sepeda motor untuk mengembangkan kemampaun bermain catur Akbar di sekolah Catur yang ada di Jawa Timur. Belum lama ini, juga diundang ada kejuaraan nasional. Tetapi, karena kemampuan yang terbatas, keinginan tersebut diurungkan sementara waktu.

“Kita berharap kedepan, ada perhatian dari berbagai pihak. Sehingga Akbar bisa menjadi atlet catur beprestasi yang dimiliki Provinsi Kepri. Saya punya rencana, libur sekolah Akbar akan menimba ilmu di sekolah Catur yang ada di Jatim,” harap Iryos.

Akbar Adriana, yang selalu keluar sebagai juara kelas tersebut, mengaku ingin menjadi grand master catur pada usia 17 tahun. Bocah yang mengidolkan Irene Karisma (grand master catur Indonesia) tersebut. Ia bersyukur, karena yang membimbingnya berlatih juga merupakan grand master catur.

“Senang aja bermain catur, cita-cita akbar ingin menjadi grand master catur pada 17 tahun seperti Irene Karisma,” ucap Akbar singkat.

Sementara itu, Risman NN mengatakan, Akbar merupakan bocah ajaib. Ia juga kagum dengan kemampuan Akbar, meskipun masih bocah, tetapi punya kemampuan diatas rata-rata. Ia berani jamin, Akbar akan menjadi atlet catur yang berprestasi kedepannya. Menurut Risman, saat ini, dirinya fokus melatih akbar untuk persiapan Kejurda pada 7 November mendatang.

“Sayang, apabila atlet generasi penerus tidak dibina dan perhatian. Dari segi keuangan kita terbatas. Dukungan finasial dibutuhkan, untuk latih tanding diluar daerah,” ujar Risman menambahkan.(jpg/bpos)

Respon Anda?

komentar