Dioperasi 16 Jam Nonstop, Bayi Kembar Dempet Kepala Berhasil Dipisahkan

296
Pesona Indonesia
Si kembar dempet kepala bagian atas tersenyum sebelum menjalani peroses operasi pemisahan. Operasi yang memakan waktu 16 jam non stop tersebut sukses. Foto: cbs
Si kembar dempet kepala bagian atas tersenyum sebelum menjalani peroses operasi pemisahan. Operasi yang memakan waktu 16 jam nonstop tersebut sukses. Foto: cbs

batampos.co.id -Kemajuan teknologi kedokteran semakin memudahkan melakukan penanganan pasien dengan kasus-kasus khusus dan berat. Termasuk dalam hal operasipemisahan bayi kembar dempet.

Nah, di Amerika Serikat Jumat (14/10/2016) pekan lalu, tim dokter di Montefiore Medical Center, Bronx, New York, berhasil memisahkan Jadon dan Anias McDonald, bayi kembar dempet kepala yang masih berusia 13 bulan.

Sebentar lagi, kembar siam dempet kepala bagian atas itu bisa saling pandang. Sebelumnya kepala bagian mereka bagian atas saling dempet sehingga tak bisa saling pandang.

Operasi yang dimulai sejak Kamis (13/10/2016) itu berlangsung selama 16 jam nonstop. Operasi dilanjutkan lagi selama beberapa jam untuk merekonstruksi tengkorak keduanya agar kembali utuh. Ketika berita ini diturunkan, baru Jadon yang selesai dan keluar ruang operasi.

Orangtua mereka, Nicole dan Christian McDonald terharu dan tak kuasa membendung tangisnya ketika Jadon keluar dari ruang operasi dalam kondisi selamat. Nicole langsung mengunggah foto Jadon di akun Facebook-nya.

Meski bahagia, Nicole mengaku masih resah dengan ketidakpastian keselamatan kedua bayinya ke depan.

“Beberapa bulan ke depan menjadi masa kritis dari pemulihan dan kami tidak tahu pasti berapa minggu Anias dan Jadon bakal pulih,” tulisnya.

Dua bayi tersebut akan diintubasi selama beberapa minggu. Selain itu, tim dokter akan memonitor apakah terjadi pembengkakan otak maupun stroke setelah pemisahan.

Nicole menceritakan bahwa dirinya mengetahui tengah hamil si kembar pada Maret 2015. Saat itu, pasangan tersebut sudah memiliki putra berusia dua tahun yang bernama Aza. Ketika kehamilannya berusia 17 minggu, Nicole diberi tahu bahwa bayinya dempet di bagian kepala. Dia diberi pilihan untuk mengaborsi bayi kembarnya, namun dia menolak.

Bagi Nicole dan Christian, mengoperasi putra kembar mereka adalah pilihan sulit. Sebab, mereka bisa saja kehilangan salah satu ataupun keduanya. Kemungkinan kerusakan otak maupun infeksi terbuka lebar. Namun, keinginan agar anak-anaknya hidup normal membuat mereka berani mengambil opsi operasi.

Operasi untuk memisahkan Jadon dan Anias tersebut dipimpin Dr James Goodrich. Dia adalah pakar operasi craniopagus alias dempet kepala.

Sebelum mengoperasi Jadon dan Anias, Goodrich berhasil memisahkan enam kembar siam craniopagus. Operasi terakhirnya dilakukan 12 tahun lalu.

Sejak 1952, hanya ada 59 operasi pemisahan kembar siam craniopagus. Jumlah tersebut termasuk Jadon dan Anias.(cnn/fox news/sha/c6/sof/jpnn)

Respon Anda?

komentar