Menghidupkan Lagi Denyut Kota Lama Tanjungpinang

782
Pesona Indonesia
Kota Lama jalan Merdeka Tanjungpinang akan ditata sebagai kawasan wisata terpadu. Foto:Yusnadi/Batam Pos
Kota Lama jalan Merdeka Tanjungpinang akan ditata sebagai kawasan wisata terpadu. Foto:Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Denyut wilayah Kota Lama Tanjungpinang dari sepanjang kawasan Tepi Laut hingga seputaran Jalan Gambir bakal dihidupkan kembali. Pemerintah Kota Tanjungpinang memilih sektor pariwisata sebagai pembangkit denyut yang pernah ada sejak dua abad silam itu. Bila dahulu kawasan ini merupakan episentrum ekonomi masyarakat, kini ingin didayagunakan pula menjadi sebuah kawasan wisata terpadu.

Keseriusan Pemko Tanjungpinang ini sudah dilihatkan melalui pembangunan Gedung Gonggong di Tepi Laut. Gedung ini nantinya akan difungsikan sebagai pusat informasi pariwisata. Kemudian perbaikan sejumlah fasilitas umum di ruang terbuka yang ada di sana.

Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah menuturkan, pada masa kemimpinannya ini ingin merevitalisasi Kota Tanjungpinang menjadi destinasi wisata. “Salah satunya yang sedang kami kembangkan adalah kawasan Tepi Laut, melalui Taman Laman Bunda dan pembangunan Gedung Gonggong menjadi objek menarik yang ingin dikunjungi wisatawan,” kata Lis, kemarin.

Upaya membangkitkan gairah pariwisata Tanjungpinang, kata Lis, tidak semudah menjetikkan jemari tangan. Apalagi di tengah keterbatasan dan pembangunan. Tidak ada pilihan lain, kata dia, kecuali membangunnya secara bertahap. Ini dirasanya pilihan yang paling masuk akal.

Di antaranya melalui pembangunan masjid terapung, pujasera, dan rehabilitasi monumen perjuangan Raja Haji Fisabilillah. Kemudian juga persolekan jembatan Engku Putri dengan ornamen lampu hias, serta air mancur.

“Kami mau menjadikan kawasan ini sebagai satu kawasan terpadu yang layak dijadikan objek wisata menarik untuk orang berkunjung ke Tanjungpinang,” ungkap Lis.

Berkenaan dengan kota lama, Lis membayangkan kawasan terpadu tersebut juga bisa menjadi alternatif bagi wisatawan yang berkunjung ke Tanjungpinang. Secara berdekatan satu sama lain membuat banyak hal yang bisa dilakukan.

Mulai dari bersantai di seputaran Tepi Laut, kemudian berbelanja di pasar, mengudap juadah tradisional, mengunjungi museum, atau melihat vihara tua berusia ratusan tahun di Jalan Merdeka.

Hal ini merupakan nilai lebih yang bisa dikelola dengan baik untuk membuat sebuah kawasan wisata terpadu. “Itu jangka panjangnya. Yang paling penting kami sudah memulai dan tinggal menunggu waktu saja untuk mewujudkannya,” pungkas Lis. (muf/bpos)

Respon Anda?

komentar