Panbil Group Investasi 1,5 T di Karimun

494
Pesona Indonesia
Johanes Kennedy. Foto: dok. batampos
Johanes Kennedy. Foto: dok. batampos

batampos.co.id – Perekonomian Karimun kemungkinan akan berkembang dalam waktu dekat. Panbil Group Batam akan membangun Karimun dengan konsep waterfront city dengan nilai investasi sebesar Rp 1,5 Triliun. Kota Baru di pesisir pantai sepanjang 6 kilometer akan dibuat. Pelabuhan berkelas internasional juga akan dibangun.

“Kita sudah tandatangan MoUnya. Dan ini sangat luar biasa. Kita yakin ini akan menggerakkan perekonomian di sana,” kata Pimpinan Panbil Group, Johanes Kennedy, Jumat (14/10).

Kennedy mengaku berinvestasi di Karimun karena selama ini gaung Kawasan Perdagangan Batam Bintan Karimun (BBK) hanya di Batam dan Bintan. Padahal potensi di Karimun sangat besar.

“Jadi dengan pembangunan di Karimun ini, maka akan menjadi daya tarik untuk investor lainnya. Apalagi pelabuhan yang memang menjadi infrastruktur utama di Kepri,” katanya.

Lebih spesifik Wakil keua Kadin RI itu memaparkan bahwa pelabuhan yang akan dibangun akan bertaraf internasional. Di mana nantinya akan melayani rute perjalanan dalam dan luar negeri.

“Jadi dari Karimun akan bisa langsung menjangkau ke Singapura, Batam dan Dumai. Luas untuk terminal saja yang mulai kita reklamasi seluas 15 hektar,” katanya.

Menurutnya, pelabuhan yang ada sekarang sudah tidak representatif. Pelabuhan ini sudah ada sejak dulu, padahal jumlah penumpang yang menggunakan pelabuhan itu terus meningkat. Jumlahnya sudah mencapai 62 ribu setahun.

Sementara untuk pembangunan kota baru dan mall akan dibangun di sepanjang pesisir pantai. Akan diciptakan kota baru yang nyaman dan aman.

“Tentunya ini akan dibuat dan ditata seindah mungkin. Panjang kota yang akan kita bangun adalah 6 kilometer,” katanya.

Kota yang ada sekarang menurutnya harus tetap dilestarikan. Tetapi yang baru harus diciptakan. Ini juga untuk mensejahterakan warga yang ada di sana.

“Yang jelas bisnis bahan bangunan di sana akan kembali bergairah. Tetapi yang paling utama adalah serapan tenaga kerja yang sangat tinggi. Kita perkirakan proyek ini akan mempekerjakan lebih dari 2000 orang,” katanya.

Ketika ini sudah terbangun, maka dipastikan daya saing Karimun akan meningkat. Pengusaha lain akan lebih tertarik untuk berinvestasi di sini.

“Kita yakin setelah ini akan lebih banyak pengusaha yang investasi di sana. Dan kita berharap kehidupan warga di sana lebih baik,” harapnya. (ian/bpos)

Respon Anda?

komentar