Pemilik Akun Facebook Shalwa Shadilla Minta Maaf, Sekda Cabut Laporan Polisi

1082
Pesona Indonesia
Sekda Tanjungpinang, Riono, saat membuat laporan di Polres Tanjungpinang, Kamis (6/10) malam. foto:osias de/batampos
Sekda Tanjungpinang, Riono, saat membuat laporan di Polres Tanjungpinang, Kamis (6/10) malam. Kini laporan itu dicabut.foto:osias de/batampos

batampos.co.id – Indra, pemilik akun media sosial Facebook bernama Shalwa Shadilla yang kedapatan melakukan pencemaran nama baik Sekda Riono, menghadap Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah, di Kantor Bappeda, Jumat (14/10). Pertemuan ini sudah barang tentu ikut dihadiri Riono, sebagai pihak yang paling dirugikan secara moril atas unggahan tulisan bernada fitnah dan cacian bertanggal 6 Oktober tersebut.

Dalam pertemuan tersebut, Indra menyatakan khilaf dan mengaku bahwa apa yang dituliskannya di akun Facebook itu sebagai sebuah ekspresi spontanitas yang keliru. “Itu spontanitas diri saya sendiri. Saya mengaku salah dan saya sangat menyesal atas itu,” kata Indra, dijumpai usai pertemuan.

Atas apa yang telah diperbuatnya, Indra menyatakan tidak ada tendensi atau keberpihakannya atas siapa pun. Tidak kepada pemilik kafe, tidak juga kepada Riono. Unggahan tulisan itu, kata dia, murni adalah ekspresi spontan untuk ikut meramaikan obrolan dunia maya tentang peristiwa ketika Riono melakukan sidak pesta yang digelar sebuah kafe beberapa waktu lalu.

“Secara pribadi, saya juga tidak kenal dengan Pak Sekda. Saya mohon maaf atas hal ini. Saya sangat menyesal,” ungkap satpam di sebuah perusahaan swasta ini berulang kali.

Ketika yang dilaporkan ke polisi sudah memohon maaf secara langsung, bagaimana tanggapan Riono? Secara personal, Riono mengungkapkan telah memaafkan yang bersangkutan. Walau memang ada banyak pihak mendesak agar laporan kepolisian yang sudah disampaikan tetap dilanjutkan, Riono bergeming.

“Saya juga sudah berkonsultasi dengan Pak Wali. Dan memang ada baiknya dicabut saja laporannya. Kalau bicara memberikan pelajaran, saya rasa ini sudah memberikan banyak pelajaran. Buat dia, buat saya, juga buat banyak orang agar lebih bijak menggunakan media sosial,” kata Riono.

Seusai pertemuan, Kuasa Hukum Pemko Tanjungpinang, Urip Santoso seketika bergegas ke Polres Tanjungpinang untuk mencabut laporan atas tindakan pencemaran nama baik melalui pelanggaran Undang-Undang ITE.

“Ya karena sudah ada kesepakatan damai. Saya yang pergi ke Polres untuk mencabut laporan itu,” ucap Urip. (muf/bpos)

Respon Anda?

komentar