Sampan Terbalik, Warga Tanjung Uban Tewas Tenggelam

364
Pesona Indonesia
Ilustrasi tenggelam. Foto: istimewa
Ilustrasi tenggelam. Foto: istimewa

batampos.co.id – Warga Kampung Paya Lebar, RT 002/RW 007, Kelurahan Tanjunguban Utara, Heri, 29, ditemukan sudah tidak bernyawa oleh tim gabungan di Perairan Depan Dermaga 7 PT Pertamina Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara, Jumat (14/10) sekitar pukul 06.00 WIB. Jasad korban yang ditemukan dalam kondisi terapung itu langsung dievakuasi menggunakan Kapal Negara (KN) Sarotama P 112 ke Dermaga KPLP Tanjunguban dan selanjutnya dilarikan ke RSUD Tanjunguban untuk divisum.

Informasi di lapangan, Kamis (13/10) sekitar pukul 09.00 WIB, korban meminjam sampan milik rekannya, Andi Dedi untuk memancing di Perairan Depan PT Pertamina Tanjunguban. Beberapa jam melakukan aktivitas memancing sekitar pukul 13.00 WIB, sampan yang ditumpangi korban terbalik akibat dihantam derusan ombak dan angin kencang. Karena tak bisa berenang korbanpun tenggelam di lokasi kejadian. Berselang sehari kemudian tim gabungan dari TNI AL, Polres Bintan, Basarnas Tanjungpinang dan KPLP Tanjunguban akhirnya berhasil menemukan jasad korban dalam kondisi terapung tak jauh dari terbaliknya sampan tersebut.

Security PT Wika yang bekerja di PT Pertamina Tanjunguban, Ngolu Hasibuan mengaku sempat mendengar korban teriak minta tolong di depan Dermaga 7 PT Pertamina. Bahkan dia juga melihat korban berusaha menyelamatkan diri dari ganasnya ombak dan angin kencang itu.

“Kami langsung melemparkan pelampung ke arah korban. Tapi korban tak bisa menggapainya dan tiba-tiba tenggelam,” katanya.

Melihat korban tenggelam, Kata dia, iapun bergegas mencari pertolongan lain dengan memanggil rekan-rekan kerjanya di PT Pertamina. Bersama rekannya, iapun turun ke lokasi kejadian untuk mencari keberadaan korban dengan alat seadanya.

Setelah tiga jam melakukan pencarian, lanjutnya, jasad korbanpun tak berhasil ditemukan. Sekitar pukul 14.00 WIB, tim gabungan datang ke lokasi kejadian dan ikut serta untuk melakukan pencarian juga. Hingga sekitar pukul 18.30 WIB, tim gabungan masih melakukan pencarian sedangkan ia bersama rekannya memilih untuk menghentikannya.

“Setelah dua hari lakukan pencarian. Akhirnya jasad korban timbul sendiri tak jauh dari lokasi kejadian. Saat itu juga jasadnya dibawa ke KPLP lalu ke RSUD Tanjunguban,” bebernya.

Pemilik sampan atau rekan korban, Andi Dedi 51 mengaku sangat sedih dan terpukul melihat rekan sesama hobi mancingnya itu tewas tenggelam. Bahkan dirasakannya musibah yang merenggut nyawa rekannya itu seperti tidak masuk akal.

“Dia (korban-red) sering minjam sampan untuk mancing. Kalau pulang mancing pastinya dapat banyak. Dengan kejadian aneh saja, kalau dia tenggelam di lokasi kesukaannya mancing,” akunya.

Sementara itu, Kapolres Bintan, AKBP Febrianto Guntur Sunoto membenarkan jika jasad korban sudah berhasil ditemukan oleh tim gabungan. Korban ditemukan dalam kondisi terlungkup dan mengapung sekitar 100 meter dari lokasi sampannya terbalik.

“Ketika ditemukan korban masih berpakian lengkap. Yaitu menggunakan baju kaos lengan pendek berwarna biru dongker garis kuning dan celan pendek,” katanya.

Jasad korban, Kata dia, sudah dievakuasi dan dibawa ke RSUD Tanjunguban. Saat ini tim medis di rumah sakit tersebut sedang melakukan visum terhadap jasad korban guna memastikan penyebab kematiannya.

“Dugaan sementara tewasnya korban murni akibat musibah tenggelam. Karena kondisi cuaca memang buruk saat itu. Namun untuk pastinya kita tunggu hasil visumnya saja,” ungkapnya. (ary/bpos)

Respon Anda?

komentar