Tahun Depan, Pelabuhan Samudera dan PLTMG Dibangun

570
Pesona Indonesia
Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Kemenko Maritim Ridwan Djamaluddin meninjau Pantai Teluk Buton yang akan dijadikan lokasi pelabuhan samudera. foto;aulia rahman/batampos
Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Kemenko Maritim Ridwan Djamaluddin meninjau Pantai Teluk Buton yang akan dijadikan lokasi pelabuhan samudera. foto;aulia rahman/batampos

batampos.co.id – Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal mengatakan, dalam program percepatan pembangunan Natuna yang sudah diprioritas Presiden Joko Widodo akan bertahap dibangun selama tiga tahun.

Percepatan pembangunan Natuna, kata Hamid, terdapat empat pilar yang dicanangkan. Yakni pariwisata, kelauatan dan perikanan, migas dan pertahanan dan keamanan.

“Empat pilar pembangunan Natuna dilaksanakam bertahap. Ditargetkan pak Presiden selama tiga tahun sampai 2019 mendatang,” kata Hamid Rizal.

Pembangunan yang sudah dimulai, kata Hamid, adalah pembangunan sentra industri kelautan dan perikanan. Ditargetkan Menteri Keluatan dan Perikanan selesai diakhir tahun 2017 mendatang.

Selain pembangunan sentra industri perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan memprogramkan 800 unit bantuan kapal tangkap bahan fiber kepada nelayan di Natuna.

“Bantuan 800 kapal juga bertahap selama 3 tahun sampai 2018. Tahun ini 200 kapal, tahun 2017 ada 300 kapal dan tahun 2018 ada 300 kapal lagi beserta alat tangkap semi modern,” kata Hamid.

Dalam pertemuan dengan sejumlah Menteri, kata Hamid, pada tahun 2017 mendatang, pembangunan pelabuhan Samudera di Teluk Buton akan segera dimulai. Tim dari Kementerian Perhubungan sudah menyiapkan DED.

“Tim dari Kementerian sudah buat DED pelabuhan Samudera. Tahun 2017 sudah main,” ujar Hamid.

Selain itu, sambung Hamis, Pemerintah Daerah sudah membicarakan pasokan gas untuk kebutuhan di Natuna. Awalnya meminta pipa gas langsung ke Natuna, namun pemerintah memberikan solusi lain karena biaya yang tinggi.

Dirjen Migas, sebut Hamid, sudah berjanji akan tetap menyalurkan gas ke Natuna. Namun melalui kapal LNG. Untuk kebutuhan pembangkit listrik tenaga mesin gas.

“Tahun 2017, mesin pembangkit listrik tenaga mesin gas juga akan dibangun di Natuna. Mudah mudahan tidak ada hambatan,” ujar Hamid.

Dalam pilar pariwisata, sambungnya, pemerintah pusat sudah menetapkan Pulau Senoa sebagai pengembangan wisata unggulan. Pembangunannya bertahap selama tiga tahun.

Prioritas pemerintah pusat, kata Hamid, yang bisa lebih cepat dinikmati masyarakat dalam mendukung percepatan pembangunan Natuna adalah kelancaran komunikasi.

Kominfo dan PT Telkom Indonesia, sudah menyepakati kerjasama dengan PT Sacova yang merupakan perusahaan Malaysia. Sehingga telekomunikasi menggunakan kabel optik bisa segera direalisasi.

“Tapi saya menyarankan, harus pasang alat anti penyadap. Supaya informasi negara tidak bocor ke Malaysia,” ujar Hamid.(arn/bpos)

Respon Anda?

komentar