Wanita Pedagang Buah Edarkan Narkoba Senilai Rp 300 Juta

1011
Pesona Indonesia
Kapolres Karimun, AKBP Armaini (tengah) sedang menunjukkan barang bukti narkotika jenis SS dan pil happy five yang disita dari seorang wanita pedagang buah-buahan. foto:sandi/batampos
Kapolres Karimun, AKBP Armaini (tengah) sedang menunjukkan barang bukti narkotika jenis SS dan pil happy five yang disita dari seorang wanita pedagang buah-buahan. foto:sandi/batampos

batampos.co.id – Satuan Narkoba Polres Karimun berhasil menangkap seorang wanita berinisial Wdy, 32 pada Selasa (11/10) karena menyimpan dan diduga akan mengedarkan narkotika jenis SS dan psikotropika jenis pil happy five di salah satu ruko tempat tinggal pelaku di Kecamatan Meral.

”Dari tangan tersangka Wdy polisi berhasil mengamankan barang bukti paket besar dan paket kecil siap edar. Jumlah total seluruh barang bukti SS sebanyak 2,4 ons lebih yang diperkirakan niulainya lebih dari Rp 300 juta dengan asumsi harga per gram Rp 1,5 juta. Selain itu, juga ditemukan barang bukti psikotropika pil happy five 6 papan atau 60 butir. Termasuk alat hisap bong, timbangan digital dan plastik kecil-kecil yangv akan digunakan untuk membungkus SS. Barang-barang tersebut ditemukan di dalam tas yang disimpan tersangka di dalam rumah tokonya,” ujar Kapolres Karimun, AKBP Armaini kepada koran Batam Pos, Jumat (14/10).

Hasil pemeriksaan sementara, kata Kapolres, tersangka mengaku bahwa ada seorang pria yang menghubungi melalui ponsel dan tersangka tidak mengenal siapa yang menghubungi. Dalam percakapan tersebut, tersangka diminta menjemput SS yang diletakkan di salah satu tempat sampah yang ada di Jalan Poros. Tersangka mengakui bahwa barang yang disuruh ambil itu adalah SS. Sehingga, tersangka menurut saja dan menuju ke tempat yang telah diberitahukan.

”Tentu saja, keterangan tersangka ini tidak masuk akal. Hanya saja, itu adalah hak dari tersangka untuk memberikan keterangan seperti itu. Namun, saya sudah pesan kepada penyidik untuk melakukan pemeriksaan secara intensif kepada tersangka untuk mendapatkan keterangan yang lebih jelas. Tujuannya, jika dapat dikembangkan, maka harus ditindaklanjuti,” paparnya.

Tersangka Wdy kepada koran ini menyatakan dia benar-benar tidak kenal dengan orang yang menghubunginya dan meminta untuk mengambil SS di tempat sampah. ”Saya memang tidak kenal, selain saya juga belum tahu berapa yang akan didapat dengan membantu seperti ini. Yang jelas, pria yang bicara melalui ponselnya tersebut menyebutkan bahwa SS tersebut diminta untuk dipaket-paket. Setelah selesai dipaket, baru dia akan dihubungi lagi untuk diberikan ke siapa,” ungkapnya. (san/bpos)

Respon Anda?

komentar