Ini 4 Pesepakbola Muda Batam yang Perkuat Timnas U12

1175
Pesona Indonesia
Pemain SSB Batam Junior, M Fadhlurohman (kiri), Dimas Aditya, Pandu Aziadannur dan Ibnu Ichsan (kanan). Keempatnya merupakan pemain timnas U12. Foto: Octo Zainul Ahmad/Batam Pos
Pemain SSB Batam Junior, M Fadhlurohman (kiri), Dimas Aditya, Pandu Aziadannur dan Ibnu Ichsan (kanan). Keempatnya merupakan pemain timnas U12. Foto: Octo Zainul Ahmad/Batam Pos

batampos.co.id – Bagi pemain sepakbola manapun, membela Tim Nasional negaranya merupakan sebuah cita-cita dan kebanggaan tersendiri. Terlebih bila pemain tersebut baru pertama kali mengenakan jersey kebesaran negaranya ini.

Ya, siapa sangka, dari lapangan bola sederhana di pinggiran Kota Batam ini, tepatnya di lapangan bola di Pasar Melayu, Batuaji muncul bibit-bibit muda pesepakbola berbakat.

Bibit-bibit muda pesepakbola tersebut, yakni Muhammad Fadlhurohman, 12, Pandu Azaidannur, 12, Dimas Aditya Pratama, 12 dan Ibnu Ichsan, 12. Keempatnya merupakan anak-anak asli Batam yang berhasil menembus skuad Merah Putih U12.

Belajar dan bermain untuk Sekolah Sepak Bola (SSB) Batam Junior, Fadlhurohman dkk sudah menjalani berbagai macam latihan-latihan dasar sepakbola.

Fadhurohman adalah seorang penjaga gawang. Bocah kelahiran Batam, 5 Januari 2004 ini merupakan pemain yang paling senior dan awal bergabung bersama SSB Batam Junior. “Sudah sejak 2011 lalu,” ujar Fadli, panggilan akrabnya.

Sejak usia 7 tahun, Fadli sudah gemar bermain sepakbola di sekolah dan di lingkungan sekitar rumahnya. Dalam bermain, ia memang lebih sering menjadi penjaga gawang dan sangat tekun dalam berlatih.

Siswa SMPN 26 Batam ini memiliki mimpi untuk menjadi pemain sepakbola profesional dan memiliki pesepakbola favorit yakni David De Gea (penjaga gawang Manchester United). “Saya selalu kagum dengan De Gea, meski masih muda, tapi sudah dipercaya menjadi penjaga gawang untuk tim sebesar MU dan berhasil masuk timnas Spanyol, bahkan menyingkirkan kiper seniornya, Casillas,” ungkap putra pasangan Idham Nur dan Ernawati ini.

Lain halnya dengan Fadli, Pandu merupakan pemain yang berposisi sebagai gelandang bertahan. Kegemaran Pandu bermain sepakbola sudah dimulai sejak berusia 9 tahun. Ia pun mulai tekun berlatih dan bergabung di SSB Batam Junior pada 2013 lalu.

Bocah kelahiran Banjarnegara, 5 Februari 2004 ini memiliki kemauan keras untuk menjadi pesepakbola handal. Meski berposisi sebagai gelandang bertahan, ia mengaku mengidolakan Cristiano Ronaldo. “Ronaldo adalah tipe pemain pekerja keras dan sangat disiplin,” kata Pandu.

Siswa SMPN 26 Batam ini ingin mencontoh pesepakbola favoritnya ini dengan selalu rajin berlatih sepakbola. “Cita-cita saya ingin bertemu Ronaldo,” tutur putra pasangan Imam Nurrohman dan Rina Trisetianingsih ini.

Berposisi sebagai gelandang tengah atau playmaker, Dimas Aditya Pratama membuatnya harus dituntut untuk bisa membaca jalannya pertandingan. Kemampuannya menjembatani aliran bola dari sektor belakang sampai ke pemain depan, membuat siswa SMPN 47 Batam ini disegani pemain lawan yang hendak masuk ke area pertahanannya.

Dimas juga memiliki kemampuan fisik dan olah bola yang baik, sehingga ia bisa mengkontrol jalannya permainan. “Pemain idola saya adalah Evan Dimas,” kata anak kelahiran Batam, 30 Maret 2004 ini.

Putra dari pasangan Irawan dan Yulianti ini mulai bergabung di SSB Batam Junior sejak 2012 lalu.

Pemain terakhir, Ibnu Ichsan adalah pemain yang memiliki postur terkecil diantara ketiga rekan-rekannya. Dengan postur 110 cm, ia mempunyai kecepatan diatas rata-rata dan bisa menyisir sisi di pinggir lapangan. Ya, Ibnu merupakan pemain sayap yang rajin mengobrak-abrik pertahanan lawan dengan kecepatannya.

Bocah kelahiran Batam 1 Oktober 2004 ini juga termasuk pemain baru dalam bidang sepakbola. Ia baru bergabung dengan SSB Batam Junior pada 2014 kemarin. Meski paling junior diantara kawan-kawannya, skill dan olah bolanya tidak bisa dipandang remeh.

Siswa SD 014 Batam ini juga mengidolai sosok Ronaldo. “Sebelum jadi striker, Ronaldo adalah pemain sayap handal yang memiliki kecepatan dan skill diatas rata-rata,” jelas putra pasangan Nurrahmansyah dan Sabariah ini.

Awalnya, sebelum masuk timnas U12, SSB Batam Junior yang dibela mereka berhasil menjadi juara di Turnamen Sekolah Bola Anak Indonesia (SBAI) pada Februari 2016 di Stadion Gelora Utama Bung Karno (SGUBK) Jakarta. Penampilan Fadli cs mampu menyihir para pencari bakat timnas U12 yang hadir menyaksikan turnamen tersebut.

Tak dinyana, keempatnya pun langsung dipanggil untuk mengikuti seleksi pemain timnas U12 yang dipersiapkan guna mengikuti Turnamen Borneo Cup di Malaysia 27 September- 1 Oktober 2016. “Saya juga tidak menyangka bisa dipanggil seleksi pemain timnas,” kata Ibnu.

Setelah berhasil mengantarkan SSB Batam Junior menjuarai turnamen SBAI tersebut. Dimas cs langsung bertolak ke Jakarta lagi pada bulan Maret untuk mengikuti seleksi pertama timnas U12. “Kami harus bersaing dengan ratusan anak-anak lain se-Indonesia, untung posisi kami berempat berbeda, jadi tidak takut untuk saling jegal demi mendapat tempat di timnas,” ungkap Dimas.

Dari ratusan anak tersebut, terpilihlah 50 pemain hasil seleksi pertama pada Maret itu. Dan keempat anak SSB Batam Junior lolos seleksi pertama. “Alhamdulillah kami berhasil lolos, tapi seleksi kedua bakal lebih berat lagi,” tutur Pandu.

Di seleksi tahap kedua pada bulan April, terpilihlah 20 pemain terbaik dan lagi-lagi Fadli cs berhasil lolos. Tahap kedua ini adalah tahap terakhir seleksi sehingga 20 anak ini berhasil masuk timnas. Ke-20 pemain ini akan menjalani pelatihan terpusat tanggal 24-26 September 2016 di Jakarta.

“Ini mimpi yang jadi kenyataan,” ucap Fadli yang diamini Dimas, Pandu dan Ibnu. Meski latihan terpusat ini hanya tiga hari, namun prestasi timnas pada Turnamen Borneo Cup 2016 bisa dibilang cukup memuaskan.

Diikuti negara-negara tetangga seperti Laos, Filipina, Australia dan tuan rumah Malaysia, timnas garuda cilik berhasil meraih runner up. Laos dan Malaysia sendiri mengirim dua tim dalam turnamen tersebut. Indonesia tergabung di grup B yang dihuni Laos A, Australia dan Malaysia B.

Di pertandingan pertama, Indonesia berhasil mengalahkan Laos A dengan skor tipis 1-0. Di pertandingan kedua dan ketiga menghadapi Malaysia B dan Australia, Tim garuda cilik bermain imbang 1-1.

Selanjutnya, Indonesia lolos sebagai runner grup B di bawah Malaysia B dan masuk babak semifinal. Di babak semifinal, timnas berjumpa dengan Laos B dan berhasil menang 3-2. Dalam pertandingan kali ini, Fadli berhasil menjadi penyelamat setelah mampu menepis tendangan pinalti lawan. “Senang, bisa menjadi penyelamat dan mengamankan kemenangan,” imbuh Fadli.

Namun sayang di babak final, timnas harus mengakui keunggulan dari Malaysia A dengan skor tipis 1-0. “Kecewa pasti ada, tapi kita tetap senang dan bersyukur bisa membela timnas di negeri orang,” kata Dimas bangga.

Tak hanya tampil membela timnas, Fadli cs juga diberi kesempatan penuh sejak pertandingan pertama untuk bermain. Pasalnya keempatnya merupakan pemain inti dalam timnas U12 ini.

Dalam waktu dekat ini, Pandu cs akan dipanggil lagi untuk membela timnas U12 pada ajang Singa Cup di Singapura akhir tahun 2016 ini. “Ini baru awal, mudah-mudahan kami bisa meraih juara bersama timnas di turnamen-turnamen internasional berikutnya, sekaligus membuat orangtua bahagia,” pungkas Dimas yang diamini Fadli, Pandu dan Ibnu. (Octo Zainul Ahmad)

Respon Anda?

komentar