Penemu Obat HIV/AIDS Itu Orang Bandung

10461
Pesona Indonesia
Usman Patrick, pembuat obat herbal asal Kecamatan Cileunyi memperlihatkan obat herbal buatannya di rumahnya baru baru ini.
Usman Patrick, pembuat obat herbal asal Kecamatan Cileunyi memperlihatkan obat herbal buatannya di rumahnya baru baru ini. Foto: Bandung Ekspres/JPG

batampos.co.id – HIV/AIDS adalah salah satu penyakit menular paling ditakuti manusia di muka bumi ini. Meski begitu, penderita penyakit ini terus bertambah karena meski takut, banyak manusia menyukai gonta ganti pasangan hingga potensi tertular penyakit itu makin besar.

Bahkan, saat ini, bukan hanya penjaja seks komersil yang terserang penyakit ini. Banyak juga kalangan ibu rumah tangga akibat ulah suaminya yang suka “jajan”. Kemudian remaja termsuk pelajar dan mahasiswa yang suka “jajan”.

Yang mengerikan, selama ini penyakit ini dikenal belum ada obatnya. Obat yang ada hanya bisa memperlambat penderitanya mendekati maut.

Namun, diam-diam, banyak juga warga negara Indonesia yang terus meneliti untuk menemukan obat penyakit ini. Termasuk mereka yang bergerak di pengobatan herbal atau tradisional.

Ya, penyakit HIV/AIDS yang mematikan itu, kini telah ditemukan seorang peramu obat tradisional asal Cilenyui, Bandung, bernama Usman Patrick. Ia mengaku menemukan penawar penyakit ini.

Memang, sejauh ini banyak obat tradisional yang dijual melalui sejumlah media elektronik ataupun surat kabar. Namun, dari sejumlah obat yang dijajakan itu, hanya beberapa persen saja yang mujarab. Selebihnya, hanya sebagai pengisi ruang iklan saja.

Berbeda dengan ramuan tradisional buatan Usman Patrick yang beralamat di Jalan SMP Negeri 2 Cileunyi, Kabupaten Bandung. Salah satun ramuannya dari sarang burung walet terbukti mujarab.

”Ramuan yang saya bikin ini mereknya Mustika Alam,” kata Usman kepada Bandung Ekspres (grup batampos.co.id) di rumahnya.

Obat itu merupakan ramuan tradisonal yang salah satunya dari sarang burung walet. Sejak berdiri tahun 2000 lalu, obat yang diciptakannya banyak diburu. Apalagi mereka yang terinveksi virus HIV AIDS.

“Dengan obat ini, Inshaallah bisa disembuhkan,” katanya.

Dia menjelaskan, banyak pasien yang datang dan minta diobati oleh ramuan buatanya itu. Selain penderita HIV/AIDS, pasien yang datang juga mengeluh sakit beragam.

”Memang obat saya ini tidak hanya untuk membasmi virus HIV, tapi juga gagal ginjal, darah tinggi serta penyakit lainnya yang sudah lama tak bisa diobati. Kemarin saja saya mendapatkan pasien yang berpenyakit katarak, bisa disembuhkan di sini,” kata suami Nani Sumarni ini.

Orang yang memiliki penyakit, katanya, sebenarnya mudah untuk disembuhkan, selama orang itu mau berobat dan yakin. Sejak 17 tahun lalu dia mengaku banyak berbenturan dengan produsen obat kimia.

Kalangan pemerintah dan organisasi di bawah naungan pemerintah selalu menghalangi ruang geraknya itu. Namun demikian, dia tetap berjalan membuat ramuan itu demi kemanusiaan.

”Saya ini mengobati tanpa pamrih, berapapun uang yang dimiliki orang yang ingin disembuhkannya oleh obat saya, tetap dilayani dengan setulus hati. Apalagi istri saya juga mendukung apa yang saya lakukan ini. Seperti yang diberikan kepada salah satu pecandu obat terlarang. Dia akhirnya bisa menghentikan mengonsumsi narkoba setelah minum obat saya ini,” pungkasnya. (fik/yuz/JPG)

Respon Anda?

komentar