Pengelolaan Air Bersih di Batam Dilelang untuk Swasta pada 2020, ATB Boleh Ikut

742
Pesona Indonesia
Instalasi Pengolahan Air (IPA) Duriangkang yang menjadi andalan ATB untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Pulau Batam. Foto: dok.ATB
Instalasi Pengolahan Air (IPA) Duriangkang yang menjadi andalan ATB untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Pulau Batam. Foto: dok.ATB

batampos.co.id – Setelah kontrak kerjasama dengan PT Adhya Tirta Batam (ATB) berakhir pada tahun 2020, Badan Pengusahaan (BP) Batam akan melelang pengelolaan air daerah kepada swasta. ATB berpeluang untuk ikut kembali dalam lelang tersebut.

“Sebelum lelang, BP Batam akan mempersiapkan tim evaluasi akhir kontrak kerja ATB. Dan selanjutnya meminta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk melakukan audit terhadap ATB,” jelas Deputi IV BP Batam, Robert Purba Sianipar, Sabtu (15/10/2016).

Di ujung kontrak, seluruh aset ATB yang diperkirakan telah mencapai Rp 1 triliun akan kembali ke BP Batam.

“Aset-aset tersebut antara lain pipa-pipa, jaringan pipa baru, Water Treatmant Plant (WTP), dan sarana lainnya akan kembali ke BP Batam,” tambah Robert.

Robert mengakui bahwa BP Batam tak bisa sepenuhnya mengelola air karena tupoksi utamanya adalah mempercepat investasi di Batam.

“Kontrol tetap di BP Batam dan pengelolaan air dan distribusinya dipercayakan kepada pihak swasta yang akan berperan seperti sebuah Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di Batam,” jelasnya.

Menurut Robert, ATB sudah bekerja dengan sangat baik dengan tingkat distribusi air mencapai 98 persen dan tingkat kebocoran di bawah 15 persen.

“Memang pada awalnya pengelola air akan merugi nantinya. ATB saja merugi selama 8 tahun terlebih dahulu,” ungkapnya.

Menanggapi lelang yang akan diikuti secara bebas oleh swasta, ATB lewat Corporate Communication Managernya, Enrique Moreno mengungkapkan ATB pasti akan ikut lelang tersebut.

“Ya pastilah ikut lagi. ATB sudah menunjukkan performa terbaik. Sehingga kami dalam posisi lebih percaya diri lagi karena sudah mengelola air di Batam selama 20 tahun lebih,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan saat ini ATB masih berupaya memperbaiki pelayanan semaksimal mungkin.

“Memang tak mungkin sesempurna mungkin. Dalam setahun pasti ada gangguan, namun kami akan berupaya memperbaikinya,” pungkasnya. (leo)

Respon Anda?

komentar