Bikin Bising, Ratusan Knalpot Racing Dimusnahkan

533
Pesona Indonesia
Kapolres Karimun, AKBP Armaini bersama tokoh masyarakat dan ormas kepemudaan  menyaksikan pemusnahan ratusan batang knalpot racing. foto:sandi/batampos
Kapolres Karimun, AKBP Armaini bersama tokoh masyarakat dan ormas kepemudaan menyaksikan pemusnahan ratusan batang knalpot racing. foto:sandi/batampos

batampos.co.id – Polres Karimun memusnahkan 320 batang knalpot racing yang berasal dari hasil operasi Satuan Lalu lintas (Satlantas) terhadap sepeda motor yang menggunakan kelengkapan sepeda motor yang tidak sesuai dengan standar, Sabtu (15/10).

”Pemusnahan knalpot dengan cara digilas menggunakan alat steam roll. Sehingga, tidak bisa digunakan atau didaur ulang lagi knalpotnya. Dalam pemusnahan ini, kita juga sengaja mengundang tokoh masyarakat, ormas pemuda dan klub sepeda motor untuk menyaksikan pemusnahan ini. Tujuannya, agar bisa menyampaikan pesan moral kepada pengguna sepeda motor yang masih menggunakan knalpot yang tidak standar agar diganti yang sesuai aslinya,” ujar Kapolres Karimun, AKBP Armaini kepada Batam Pos.

Ratusan knalpot yang dimusnahkan ini, kata Kapolres, berasal dari hasil operasi selama dua tahun terakhir. Dia berharap tidak ada lagi sepeda motor di wilayah hukum Polres Karimun yang menggunakan knalpot racing atau yang mengeluarkan bunyi yang tidak enak didengar. Selain itu, tentu saja hal ini dapat mengganggu kenyamanan dan ketertiban masyarakat lain. Untuk itu, pihaknya akan terus melakukan operasi knalpot racing.

”Masalah knalpot racing sebenarnya tidak hanya terjadi di Karimun, tapi juga di daerah lain. Khusus untuk daerah kita, saya sering menerima keluhan dari masyarakat ketika mengadakan pertemuan. Termasuk juga, melalui pesan melalui SMS. Untuk merespon keluhan dari masyarakat, maka kita mengambil tindakan dengan mengamankan sepeda motor yang menggunakan knalpot yang mengeluarkan suara yang keras dan bising,” tegas Armaini.

Kasat Lantas Polres Karimun, AKP Syamsurizal secara terpisah menyebutkan, dihimbau kepada pengemudi sepeda motor yang saat ini masih menggunakan knalpot racing atau mengeluarkan suaranya yang keras untuk tidak lagiu menggunakannya. ”Karena, meski telah dilakukan pemusnahan, namun kita akan tetap melaksanakan razia atau operasi untuk penertiban. Jika dalam operasi ada yang diamankan, maka kita akan minta kepada pemilik sepeda motor untuk menggangi knalpot racing dengan yang standar di kantor polisi dan knalpot racingnya tidak akan dikembalikan, meski harganya mahal,” jelasnya. (san/bpos)

Respon Anda?

komentar