Kasat Narkoba Polres Lingga Cek Obat Palsu dan Terlarang

405
Pesona Indonesia

batampos.co.id – Mencegah peredaran obat keras, palsu dan mengandung narkotika, makan dan kosmetik kedaluawarsa, Satuan Reserse Narkoba Polres Lingga bersama Satuan Intelkam dan Dinas Kesehatan menggelar razia di delapan lokasi yakni minimarket, toko dan apotik di Dabo Singkep, Jumat (14/10) pagi.

“Tujuannya untuk menekan peredaran obat palsu serta kedaluwarsa beredar dan membahayakan masyarakat,” kata Kapolres Lingga AKBP Muji Supriyanto kepada koran Batam Pos.

Kasat Narkoba Polres Lingga AKP Andi Sutrisno
Kasat Narkoba Polres Lingga AKP Andi Sutrisno

Kasat Narkoba Polres Lingga AKP Andi Sutrisno yang langsung terjun dalam operasi tersebut menyatakan, dewasa ini sering ditemukan peredaran obat palsu, keras dan mengandung narkotika. Namun Andi menegaskan tidak menemukan barang-barang tersebut dalam aksi kali ini.

Razia kali ini hanya menemukan bahan makanan yang mengandung daging babi dijual bersatu dengan makanan lainnya namun tidak memberikan lebel info untuk masyarakat,” kami telah menegur pedagang tersebut agar menempatkan makanan tersebut di tempat khusus serta memberikan lebel agar konsumen mengetahuinya,” kata Andi.

Dia memastikan razia ini akan terus berlanjut demi keselamatan masyarakat yang notabenenya sebagai konsumen yang dilindungi oleh undang-undang. Sekaligus operasi ini ditujukan agar seluruh pedagang tidak menjajakan barang dagangan yang menyalahi aturan.

Ketika disinggung terkait dugaan pulau-pulau di Kabupaten Lingga sebagai tempat transit narkoba tujuan keluar Kepri seperti Sumatera dan daerah lainnya, Andi menjawab akan terus melakukan investigasi terkait dugaan tersebut. Namun dia mengaku belum menemukan aktifitas tersebut.

Sedangkan untuk wilayah Dabo Singkep dan Daik Lingga, Andi memperkirakan peredaran narkoba masih tergolong minim. Walau demikian dia mengatakan tidak menutup kemungkinan adanya peredaran yang besar namun belum tercium dan masih dalam tahap penelusuran.

Terakhir, Andi mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk sama-sama menjaga dan memerangi barang terlarang yang merusak generasi muda tersebut. Menurutnya, pencegahan peredaran narkoba menjadi tanggungjawab semua lapisan masyarakat untuk memeranginya.

“Kepada seluruh pengusaha juga supaya memperdulikan keselamatan konsumen dengan menjual barang yang sah dan berlabel BPOM,” tutup Andi. (wsa)

Respon Anda?

komentar