Kiai Se-DKI Kecam Sikap MUI Terkait Kontroversi Ahok

7892
Pesona Indonesia
Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama alais Ahok dan staf khususnya, Sunny Tanuwidjaja saat bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (25/7). Foto: Ricardo/JPNN.Com
Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama alais Ahok dan staf khususnya, Sunny Tanuwidjaja saat bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (25/7).
Foto: Ricardo/JPNN.Com

batampos.co.id – Aliansi Masyarakat Cinta Damai untuk Masyarakat Jakarta mendesak Majelis Ulama Indonesia (MUI) melihat secara jernih situasi jelang pemilihan kepala daerah (daerah) DKI Jakarta.

Aliansi tersebut diisi mayoritas kiai dan tokoh masyarakat, antara lain‎ Kiai Muhammad Ghozi Wahib Wahab Hasbullah (Tokoh NU), Kiayi Haji Ahmad Ishomuddin MA, Kiayi Muhammad Zawawi Su’at SH (Ketua Ikatan Mubalid Seluruh Indonesia), Ahmad Zahhari (Khatib Syuriah PWNU DKI), Ita Rahmawati (Ketua Muslimat NU DKI), dan pengacara Krisna Murti.

Mereka menggelar deklarasi di sebuah hotel di Cikini, Jakarta Pusat, Senin (17/10/2016)‎.

Kiayi Ghozi Wahib Wahab mengatakan, diadakannya deklarasi ini demi terwujudnya kehidupan yang sesuai dengan cita-cita bangsa Indonesia sebagaimana termaktub dalam UUD 1945 dan Pancasila.

“Kami bersepakat mendukung terselenggaranya pilkada serentak 2017 seluruh Tanah Air berjalan dengan lancar. Tentunya tidak ada perpecahan di antara masyarakat DKI Jakarta,” tegas Ghozi dalam sambutannya.

Menurut dia, aliansi ini mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengedepankan silaturahmi untuk menjaga ketenangan hidup dalam bermasyarakat.

“Mengedepankan persamaan-persamaan yang baik dalam mewujudkan kesejahtraan rakyat, bukan mempertajam perbedaan-perbedaan yang mudah menyulut kegelisahaan bahkan kebencian rakyat,” jelas dia.

Ghozi mengimbau intansi resmi untuk bersikap jernih dan netral dengan mengedepankan cita-cita kesatuan bangsa dan negara di atas kepentingan lainnya. (mg4/sta/pst)

Respon Anda?

komentar