Lanal Karimun Gelar Joy Sailing ke Pulau Terluar

370
Pesona Indonesia
Danlanal TBK, Letkol Laut (P) Bina Irawan foto bersama anggota dan para pelajar SLTA dan SLTP di puncak pulau terluar, yakni Pulau Takong Hiu. foto:sandi/batampos
Danlanal TBK, Letkol Laut (P) Bina Irawan foto bersama anggota dan para pelajar SLTA dan SLTP di puncak pulau terluar, yakni Pulau Takong Hiu. foto:sandi/batampos

batampos.co.id – Pangkalan TNI AL (Lanal) Tanjungbalai Karimun menggelar joy sailing atau pelayaran gembira, Sabtu (15/10). Pelayarn ini tidak saja diiikuti oleh para perwira TNI AL, tapi juga diikuti puluhan pelajar SLTA dan SLTP dengan rute mengelilingi Pulau Karimun sampai dengan pulau terluar yang masuk wilayah Kabupaten Karimun, yakni Pulau Takong Hiu.

”Sesuai dengan janji saya kepada para pelajar SLTA dan SLTP yang memenangi lomba dalam rangka HUT ke 71 TNI akan mengadakan joy sailing, maka janji tersebut kita dilaksanakan dengan kunjungan membawa para pelajar termasuk beberapa orang guru menggunakan kapal patroli keamanan laut (Patkamla) Combat Boat Pulau Karimun,” ujar Danlanal Tanjungbalai Karimun, Letkol Laut (P) Bina Irawan kepada koran Batam Pos.

Tujuan kegiatan tersebut, kata Danlanal, tidak lain untuk memberikan pengenalan kepada para pelajar bahwa Karimun ini termasuk daerah maritim. Bahkan, bisa dibilang Karimun termasuk Kepri miniatur Indonesia. Sebab, Indonesia itu 2/3 luas wilayahnya adalah laut atau lebih besar dari darat. Begitu juga dengan daerah ini. Selain itu, untuk wilayah Kabupaten Karimun saja banyak terdapat pulau. Baik yang ada penghuninya dan maupun tanpa penghuni.

”Kita menginginkan keberadaan TNI AL dapat menumbuhkan jiwa nasionalisme dan kebangsaan bagi generasi muda di Karimun. Apalagi, belum semuanya anak-anak kita mengetahui bahwa di wilayah Kabupaten Karimun ini ada pulau terluar yang berbatasan langsung dengan Selat Malaka. Atau ada yang sudah mengetahui, namun tidak tahu dimana lokasinya. Untuk itu, selain mengenali wilayah perairan Karimun, rombongan juga kita ajak ke pulau terluar. Di sana ada Pos TNI AL untuk memantau dan menjaga wilayah NKRI,” paparnya.

Selama satu jam di Pulau Takong Hiu, lanjut Danlanal, para pelajar diberikan pembekalan tentang United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) atau konvensi tentang hukum laut internasional yang telah disepakati pada 1982. Dengan demikian, para pelajar itu dapat mengerti apa yang dimaksud dengan perairan lokal, perairan internasional dan perairan tentang zona ekonomi Indonesia. (san/bpos)

Respon Anda?

komentar