Panggung Penyair FBK Usung Tema Besar Raja Ali Haji

358
Pesona Indonesia
Dua Penyair, Teja Alhab dan Ucok Pelasah membawakan puisi dan musik saat Malam Apresiasi Ayah dalam Kata di Tepi Laut Tanjungpinang, Selasa (19/4). F.Yusnadi/Batam Pos
Dua Penyair, Teja Alhab dan Ucok Pelasah membawakan puisi dan musik saat Malam Apresiasi Ayah dalam Kata di Tepi Laut Tanjungpinang, Selasa (19/4). Penyair, Teja Alhab kembali akan tampil di Panggung Penyair FBK. Foto:Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Barisan penyair muda Tanjungpinang bakal mengguncang Panggung Penyair sempena Festival Bahari Kepri, Rabu (26/10) mendatang di Gedung Daerah Tanjungpinang. Mereka sudah menyepakati bakal menyajikan sebuah kolaborasi apik juga epik puisi-puisi bertemakan Raja Ali Haji.

Rendra Setyadiharja, perwakilan penyair muda menuturkan, bila diibaratkan perigi, kebesaran seorang pahlawan nasional macam Raja Ali Haji tidak pernah surut untuk ditimba inspirasi dan keilmuannya. “Sengaja kami memilih Raja Ali Haji sebagai tema penampilan kolaborasi kami. Mengingat Oktober itu juga disebut Bulan Bahasa. Dan Bahasa Indonesia ini ada berkat Raja Ali Haji,” ungkap Rendra, kemarin.

Kolaborasi penyair muda ini diharapkan dapat mengembalikan ingatan warga Tanjungpinang betapa keberadaan Raja Ali Haji dulu di sini merupakan sebuah tapak ingatan tentang keseriusan merawat kebudayaan. Semangat tentang kesadaran ini yang ingin ditularkan oleh para penyair muda ini.

Bakal juga ada sentuhan musik pengiring garapan musisi-musisi muda Tanjungpinang. Rendra cs bersiap memberikan suguhan baru tentang sebuah pembacaan puisi. Yang lebih modern, tidak kuna, dan lebih menghibur. “Dan yang paling berat dari sebuah kesenian itu adalah mengajak penontonnya berpikir. Untuk itu sepuluh hari terakhir ini kami latihan cukup intensif,” ucapnya.

Husnizar Hood, sebagai salah satu penanggung jawab Panggung Penyair FBK menukas, bahwasanya penampilan yang bakal disuguhkan penyair generasi muda Tanjungpinang ini sebelumnya sudah teruji coba pada penyelenggaraan Hari Puisi Indonesia di Jakarta beberapa waktu lalu.

“Di Jakarta mereka tampil luar biasa. Saya meminta mereka melakukan yang lebih gila lagi di sini. Di rumah sendiri, mereka harus mengeluarkan kemampuan terbaik mereka,” kata Husnizar.

Husnizar secara khusus juga meminta agar para penyair muda ini bisa membuat kejutan di tengah-tengah sederet pembacaan puisi oleh penyair-penyair generasi terdahulu. Semacam Sutardji Calzoum Bachri, Rida K Liamsi, Teja Al Habd, Ramon Damora, Samson Rambah Pasir, Tarmizi Rumah Hitam, Abdul Kadir Ibrahim, Heru Untung Lakseno, dan Suryatati A Manan.

“Mereka lebih muda dan sudah semestinya lebih bertenaga,” ungkap pria yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Kesenian Provinsi Kepri ini.

Sebelumnya, Ketua Harian Panitia FBK, Guntur Sakti mengatakan, adanya sentuhan para penyair pada FBK nanti, merupakan suatu kebutuhan yang niscaya. Kepri merupakan Provinsi yang kental dengan nuansa Melayunya. Tentu, kata Guntur, itu berkaitan erat hal-hal yang kental dengan sastra dan budaya Melayu.

“Panitia terus mematangkan persiapan. Tentunya panggung penyair itu nanti, menjadi media bagi penyair muda kita untuk mengasah kebolehannya,” ujar pria yang juga merupakan Kepala Dinas Pariwisata Kepri ini. (muf/bpos)

Respon Anda?

komentar