Pansus Hanya Diberi Waktu 10 Hari Bahas Ranperda Penyertaan Modal PDAM

310
Pesona Indonesia
Jumaga Nadeak.
Jumaga Nadeak.

batampos.co.id – Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Jumaga Nadeak menegaskan, panitia khusus Ranperda Penyertaan Modal untuk PDAM tidak bisa bersantai. Karena durasi waktu kerja yang diberikan tidak selama dengan pansus pada ranperda lain. Jumaga menyebutkan, pansus yang diketuai Iskandarsyah ini hanya punya waktu sepuluh hari untuk bekerja.

“Dalam sepuluh hari semuanya harus sudah beres. Jadi tanggal 30 Oktober ini sudah bisa selesai,” tegas Jumaga, kemarin.

Menurut Jumaga tenggat itu terbilang masuk akal. Bukan maksud hendak menekan atau mempersulit. Karena ia memperkirakan, tugas Pansus Ranperda Penyertaan Modal ini terbilang sekadar membahas rincian mekanisme penghapusan piutang. Menyetujui penerimaan modal dari pemerintah pusat sebesar Rp 22,3 miliar sebagai pemutihan utang PDAM. Kemudian uang tersebut dimasukkan menjadi saham Pemprov Kepri di PDAM.

“Itulah pasal intinya. Tidak ada perjalanan dinas. Tak perlu konsultasi, yang penting perda-kan dulu. Yang penting jangan sampai hilang Rp 22,3 miliar ini,” ungkap Jumaga.

Terpisah, Ketua Pansus Ranperda ini, Iskandarsyah yakin pekerjaan ini memang tidak akan memakan waktu lama. Bahkan menurutnya bisa lebih cepat dari tenggat yang diberikan. Karena muara dari pembahasan ini adalah mempercepat persiapan persyaratan yang harus diberikan kepada Kementerian Keuangan berupa payung hukum penerimaan dana non-tunai tersebut.

“Kami mengejar bagaimana agar pada 18 November seluruh syarat penghapusan sudah harus diterima kementerian keuangan,” pungkasnya. (aya/bpos)

Respon Anda?

komentar