Pemadaman Listrik Bergilir di Anambas Belum Berujung

362
Pesona Indonesia
Genset yang digunakan warga desa untuk pembangkit listrik. Karena mesin pembangkit yang digunakan PLN rusak. foto:syahid/batampos
Genset yang digunakan warga desa untuk pembangkit listrik. Karena mesin pembangkit yang digunakan PLN rusak. foto:syahid/batampos

batampos.co.id – Pasokan listrik di Kecamatan Jemaja dan Jemaja Timur hingga kini belum ada kejelasan secara pasti. Saat ini pemadaman listrik bergilir masih berlanjut. Meski jaringan listrik yang terhubung antar kedua wilayah tersebut ada sejak beberapa tahun terakhir, namun kini terjadinya pemadaman membuat masyarakat menjadi resah bahkan memperlambat pergerakan perekonomian masyarakat.

Salah seorang masyarakat Jemaja, Herman, mengatakan, selain masyarakat, pelaku usaha juga merasakan dampak dari pemadaman listrik. Hal itu sangat menganggu pelayanan dan berbagai aktivitas, seperti industri rumah tangga, nelayan yang membutuhkan es, pengusaha penginapan, restoran dan pelayanan di kantor pemerintahan yang berada di kecamatan. “Banyak yang dirugikan dengan pemadaman listrik tersebut,” kata Herman, Minggu (16/10).

Selain kerugian secara materi, pasokan listrik yang tidak maksimal sangat mempengaruhi kepercayaan para investor yang akan berinvestasi kedaerah tersebut. Untuk mengembangkan sektor wisata tentu perlu dimiliki sikap dan komitmen yang jelas dari pemerintah daerah terhadap pelayanan publik agar bisa bersinergi dengan apa yang dibutuhkan oleh pasar saat ini.

Jika hal itu tidak bisa diatasi maka terget pencapaian peningkatan perekonomian tidak akan tumbuh maksimal. “Pasokan listrik sangat menentukan daerah dalam menjalankan program di sejumlah bidang,” ungkapnya.

Keputusan dari pihak PLN belum ada yang pasti dan alat yang dikirim untuk diperbaiki juga belum tahu kapan bisa digunakan. “Kami hanya bisa pasrah dan menunggu listrik itu nyala lagi, kini hanya delapan jam saja yang nyala. Kapan Kami akan terbebas dari pemadaman listrik,” cetusnya.

Kepala Sub Rayon PLN Letung Kecamatan Jemaja Agustian mengatakan, saat ini pihaknya terpaksa melakukan pemadaman listrik bergilir mengingat mesin mengalami rusak. Diakuinya, sejumlah alat yang mengalami kerusakan telah dikirim ke kota Tanjungpinang untuk diperbaiki oleh teknisi di sana.

Ia juga tidak bisa memutuskan kapan mesin itu akan selesai diperbaiki, namun upaya komunikasi dengan pihak terkait terus dilakukan. Ia juga berharap kepada seluruh masyarakat Kecamatan Jemaja dan Jemaja Timur agar dapat lebih bersabar dan jangan mudah terprovokasi terhadap isu-isu yang tidak bertanggung jawab.

“Kita tetap berupaya terus menerus dalam memberikan pelayanan terhadap pelanggan, namun terkait mesin yang diperbaiki masih berada di Tanjungpinang. Mudah-mudahan dalam waktu dekat akan selesai dan tiba di Letung,” pungkasnya. (sya/bpos)

 

Respon Anda?

komentar