Pembangunan Gudang Logistik Tak Bisa Dilanjutkan

357
Pesona Indonesia
Proyek gudang logistik di Tanjung Momong, Tarempa. foto: syahid/batampos
Proyek gudang logistik di Tanjung Momong, Tarempa. foto: syahid/batampos

batampos.co.id – Tidak selesainya pembangunan gudang logistik daerah yang ada di Tanjung Momong Tarempa bukan hanya menjadi pembicaraan masyarakat saja. Namun hal ini juga sudah menjadi perhatian pihak Inspektorat Kabupaten Kepulauan Anambas.

Inspektur Kabupaten kepulauan Anambas Ody Karyadi, mengungkapkan, pihaknya sangat menyayangkan jika pembangunan gudang tersebut berakhir dengan putus kontrak. Bukan hanya itu yang membuatnya prihatin, pembangunan tersebut hingga kini juga masih menyisakan masalah. Masalah yang paling rumit yakni pihak kontraktor hingga kini belum mengembalikan uang jaminan sebesar 20 persen atau sekita Rp1 miliar lebih dari nilai kontrak Rp 5,2 miliar.

Jika Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten kepulauan Anambas ingin melanjutkan pembangunan itu, maka tidak segampang itu. Dinas terkait harus menyelesaikan masalahnya dulu sebelum melanjutkan pembangunan gudang itu.

“Jika ingin melanjutkan pembangunan gudang itu, harus diselesaikan dulu persoalan yang lama, jika tidak, maka tidak akan bisa
dilaksanakan. Jika dipaksakan, maka akan tetap menjadi barang temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK),” ungkap Ody ketika ditemui di ruang kerjanya, Jumat (16/10)

Ia juga mengatakan mengenai pembangunannya tidak bisa dibangun baru ditempat lain tetapi harus melanjutkan pembangunan yang sudah ada. Karena tidak ada dasar untuk melanjutkan pembangunan di tempat lain. Hal ini juga untuk menjaga agar predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang sudah didapatkan dari BPK tidak berubah menjadi Wajar Dengan Pengecualian (WDP). “Ini yang harus kita jaga, jangan sampai predikat WTP berubah menjadi WDP,” ungkap Ody.

Sementara itu Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kepulauan Anambas Linda Maryati, sebelumnya pernah mengatakan bahwasanya pembangunan gudang loistik daerah akan dibangun pada tahun 2017 mendatang namun pembangunannya tidak melanjutkan bangunan lama yang sudah ada tapi diadakan pembangunan gudang baru ditempat lain.

Linda Maryati Kepala Dinas Perindagkop dan UKM mengatakan Untuk tahun 2016 pembangunannya tidak dapat dilaksanakan, hal ini akibat, lokasi pembangunan lama sudah tidak bisa dibangun lagi karena akan berbenturan dengan Perda. “Akhirnya kita mencari lokasi baru untuk pembangunannya.

Direncanakan pembangunan Gudang Logistik di tahun 2017 menelan dana sekitar Rp 4,9 miliar. Menurut Linda pihaknya saat ini sedang mencari lokasi baru yang pantas dibangun gudang logistik tersebut. “Sejumlah tempat sudah kita tinjau seperti Teluk Rambut, Teluk Ret, Temburun dan lainnya, namun sepertinya Telok Rit akan menjadi lokasi yang ideal,” tukasnya. (sya/bpos)

Respon Anda?

komentar