Proyek Jalan Sekupang-Batuaji Mangkrak

890
Pesona Indonesia
Proyek pembangunan jalan dua jalur di jalan Diponegoro yang menghubungkan Sekupang-Batuaju terhenti. foto:dalil harahap/batampos
Proyek pembangunan jalan dua jalur di jalan Diponegoro yang menghubungkan Sekupang-Batuaju terhenti. foto:dalil harahap/batampos

batampos.co.id – Proyek pembangunan jalan dua jalur Sekupang- Batuaji hampir setahun mangkrak. Pengerjaan jalan baru hanya sebatas memotongan bukit dan perataan bahu jalan yang akan di aspal dan itupun belum semuanya selesai.

Pantauan di lapangan perataan bahu jalan yang dimulai dari simpang Seiharapan, Sekupang itu, baru sampai di sekitaran simpang Tobing. Sementara sisanya belum tersentuh.

Lokasi yang belum tersentuh itu umumnya adalah pemukiman liar di sisi kanan jalan dari arah Sekupang yang berada di sekitaran Simpang Tobing hingga ke Simpang Basecamp, Batuaji.

Siang kemarin saat Batam Pos menelusuri proyek pembangunan jalan oleh Dinas Pekerjaan Umum Propinsi Kepri yang mangkrak tersebut.

Jalan dua arah yang sudah siap di bangun baru beberapa ratus meter yakni dari Simpang Seiharapan hingga depan perumahan Bukit Tiban Permai. Selanjutnya hingga ke Simpang Basecamp Batuaji, aktivitas jalan raya masih satu jalur.

Akibatnya arus lalu lintas di jalan utama itu terlihat padat setiap saat. Saking padatnya kendaraan yang melewati jalan tersebut, kondisi jalanpun banyak yang mulai rusak dan tak rata.

Banyak lubang di bahu jalan yang mengiasi jalan utama itu. Pengguna jalan kerap mengalami kecelakaan akibat kerusakan jalan itu. “Macet, kecelakaan hampir setiap hari terjadi,” kata Mardian, warga ada di sekitaran lokasi wisata Hutan Mata Kucing, Sekupang.

Itu kata Mardian karena memang arus lalulintas di jalan itu selalu padat setiap saat dan itu diperparah lagi dengan kondisi jalan yang tak bagus sehingga kerap mengecohkan pengguna jalan. (eja/bpos)

Respon Anda?

komentar