Salon Dibobol, Maling Kabur dengan Harta Senilai Rp 3,5 Juta

316
Pesona Indonesia
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Kawanan pembobol rumah kembali beraksi di Perumahan Pandawa Asri, Batuaji, Minggu (19/10). Dari dalam salon itu, pelaku berhasil membawa kabur televisi Samsung 24 inci, mesin facial, dua BPKB sepeda motor, buku tabungan, dan surat-surat penggadaian dengan total kerugian sekitar Rp 3,5 juta

Aksi pembobolan tersebut diduga terjadi Minggu dini hari, sebab malam sebelumnya salon tersebut diakui Tiurpina pemilik Salon Kasih itu tutup sekitar pukul 22.00 WIB dan semua barang-barang yang ada di dalam salon masih utuh.

Pagi kemarin, saat Mega salah satu pekerja salon tersebut hendak membuka salon, ternyata isi dalam salon sudah berantakan dan gembok pintu sudah rusak. Mulanya Mega tak curiga karena pikirnya memang berantakan sejak salon itu tutup malam sebelumnya. Namun sekitar pukul 12.00 WIB saat Tiurpina tiba baru mereka semua sadar kalau salon tersebut sudah dibobol maling.

“Karena saya lihat televisi sudah tak ada lagi. Setelah cek ternyata benar kalau salon kami sudah dibobol maling,” ujar warga yang tinggal di Perumahan Griya Pratama, blok AA nomor 1A, Batuaji ini.

Maling diduga masuk lewat pintu depan sebab gembok pintu rusak. “Mungkin malingnya masuk dini hari tadi. Mereka sepertinya sudah incar,” kata Tiurpina.

Sebelumnya, kata Tiurpina, salonnya itu aman-aman saja dan tak pernah kemalingan. Dia menduga pelaku sudah mengincar salon tersebut dan memanfaatkan situasi yang sepi di malam hari untuk dibobol.

“Pikirnya mungkin ada simpan uang di dalam salon kali. Padahal cuman perlengkapan salon saja yang ada di dalam,” ujarnya.

Tidak terima dengan kejadian itu Tiurpina akhirnya melapor ke Mapolsek Batuaji dengan harapan pelaku bisa ditangkap polisi.

Kapolsek Batuaji, Kompol Sujoko membenarkan adanya laporan pembobolan salon itu dan saat ini masih dalam penyelidikan pihaknya. Dengan ada kejadian itu Sujoko mengimbau kepada warga agar kembali meningkatkan keamanan diri, keluarga dan lingkungan sekitarnya.

“Bagaimanapun umumnya kejadian seperti ini karena ada kesempatan. Mari sama-sama kita jadi polisi bagi diri dan keluarga kita agar hal-hal seperti ini bisa dicegah. Kami polisi tak semuanya bisa memantau, warga harus peran aktif untuk keamanan masing-masing,” imbau Sujoko. (eja)

Respon Anda?

komentar