Warga Keluhkan Proyek Pembangunan Dam, Air ke Rumah Jadi Keruh

460
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Warga Dabo Singkep yang juga sebagai konsumen Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Lingga mengeluhkan pembangunan dam air bersih di Air Gemuruh, Desa Batu Kacang, Kecamatan Singkep, sebab air bersih yang mereka terima menjadi keruh. Bahkan warga mengaku air yang sampai ke rumah mereka mengandung material pembangunan dam.

“Saya minta keadilan! Setiap bulan saya tidak pernah nunggak bayar air, tapi air yang saya terima tidak layak konsumsi,” ujar warga Sungai Lumpur, Zainal Abidin, ketika ditemui di Dabo Singkep, Minggu (16/10) siang.

Di lokasi berbeda, Direktur PDAM Kabupaten Lingga, Sazali menjelaskan, pembangunan dam air bersih di Air Gemuruh, sama sekali tidak melibatkan PDAM. Namun Sazali telah melayangkan surat kepada pihak kontraktor yakni, PT Binika Jaya agar pelaksanaan pembangunan dam air bersih tidak mengganggu serta mencemari pasokan air bersih kepada seluruh pelanggan.

Sazali mengatakan, PDAM sebagai pihak penerima hasil kerja atau dam yang telah selesai untuk digunakan. Saat ini dari informasi yang didapat koran Batam Pos, proyek pembangunan dam air bersih di Air Gemuruh tersebut baru selesai hanya 25 persen saja.

Padahal, proyek dengan anggaran APBN sebesar Rp 10 miliar itu, hanya mendapat waktu pengerjaan selama sembilan bulan, terhitung sejak Maret 2016. Kini waktu pengerjaan hanya tersisa waktu dua bulan lagi.

Sazali menambahkan, PDAM dalam kondisi ini juga sebagai pihak yang dirugikan. Pasalnya, bahan penjernih air yang biasa digunakan PDAM seadanya, saat ini harus digunakan lebih banyak untuk mengimbangi pencemaran air akibat pembangunan dam tersebut.

“Sebenarnya kami juga sebagai pihak yang dirugikan. Tapi surat yang kami sampaikan tidak ada tanggapan atau tindakan yang dilakukan pihak kontraktor,” ujar Sazali.

Namun Sazali akan menindak lanjuti aduan warga tersebut untuk disampaikan kepada Bupati Lingga, Alias Wello yang juga sebagai penanggungjawab di Perusahan Daerah Air Minum. (wsa/bpos)

Respon Anda?

komentar