70 Drum Solar Bercampur Air, Alat Berat Cetak Sawah Rusak

457
Pesona Indonesia
Menteri Pertanian Andi Amran saat turun menyemai padi di persawahan Lingga. Foto: hasbi/batampos
Menteri Pertanian Andi Amran saat turun menyemai padi di persawahan Lingga. Foto: hasbi/batampos

batampos.co.id – Progres Percepatan Cetak Sawah (PCS) seluas 100 hektare di Desa Bukit Langkap kembali terkendala. Pasalnya, 70 drum BBM untuk bahan bakar alat berat yang didatangkan dari luar daerah bercampur air. Hal ini mengakibatkan alat berat rusak dan tidak bisa digunakan.

Kadistahut Lingga, Rusli Ismail membenarkan hal tersebut. Dikatakannya, program 100 hektare PCS pelimpahan dari Natuna oleh TNI AD beberapa waktu lalu masih dalam tahap pembukaan lahan. Namun progres dilapangan, berdasarkan laporan yang ia terima dari kontraktor percetakan sawah proyek kembali terkendala akibat BBM jenis solar yang bercampur air.

“Ada kendala teknis di lapangan. Informasi yang kami terima, BBM yang datang bercampur air. Akibatnya 5 dari 9 unit alat berat yang ada rusak dan kini sedang diperbaiki,” ungkap Rusli diruang kerjanya Senin (17/10).

Hal ini membuat aktifitas di lapangan tidak optimal. Di Lingga sendiri, terang Rusli, terdapat dua kegiatan cetak sawah. Kegiatan pertama pelimpahan dari Natuna seluas 100 hektare. Kegiatan kedua, PCS seluas 1.300 hektare yang tersebar di 6 desa baik di pulau Lingga maupun Singkep langsung dari Kementan RI.

“Kegiatan pertama sudah jalan tidak ada masalah lagi. Kendala teknisnya saja di lapangan, 70 drum BBM solar yang didatangkan bercampur air,” tegasnya.

Menanggapi kendala di lapangan tersebut, berbagai upaya lain terus digesa pemerintah daerah. Seperti menambah alat berat untuk membantu pembukaan lahan. Ditambah lagi rencana kunjungan Presiden Jokowi pada November yang akan melihat langsung melihat progres sawah organik terbesar di Indonesia tersebut.

“Sampai saat ini baru 12 hektare yang terbuka. Kami akan terus menggesa. Kemarin 20 unit alat berat juga telah sampai dan kami harapkan kontraktor segera mengambil langkah-langkah menggesa persiapan lahan sawah Bukit Langkap,” tutupnya. (mhb/bpos)

Respon Anda?

komentar