E-KTP Bertanggal Kedaluwarsa Tetap Berlaku Seumur Hidup

1956
Pesona Indonesia
seorang wanita cantik menunjukkan e-KTP. Foto: jpnn
seorang wanita cantik menunjukkan e-KTP. Foto: jpnn

batampos.co.id – Proses perekaman E-KTP di Tanjungpinang sudah dilakukan sejak jauh-jauh hari. Sejak dulu sudah dilakukan perekaman periodik sebagian warga. Mereka yang tergabung dalam perekaman dan pencetakan E-KTP pada 2012 dan 2013 silam, diterakan masa kedaluwarsanya. Sehingga ada yang terhitung habis pada 2017 dan 2018 mendatang.

Mengenai hal ini, Plt. Kepala Disdukcapil Tanjungpinang, Eka Hanasarianto menegaskan, E-KTP berlaku seumur hidup. “Kalau di cetakan terbaru sudah dituliskan masa berlaku seumur hidup. Sedangkan yang sebelumnya memang punya tanggal kedaluwarsa. Tapi, walau begitu tetap berlaku secara sah dan berkekuatan hukum,” ujar Eka, di Senggarang, Senin (17/10).

Karena itu, kepada masyarakat, Eka mengimbau agar tidak perlu panik menyikapi tanggal kedaluwarsa yang tercantum dalam E-KTP. Sebagaimana aturan yang tertulis bahwasanya sejak E-KTP diterbitkan, selama itu pula identitas pemegang yang diterakan dalam kartu itu dianggap sah dan berlaku seumur hidup.

“Tidak perlu cetak E-KTP baru. Kalau misalnya rusak atau ada perubahan data baru bisa cetak lagi. Punya saya saja ada tanggal kedaluwarsanya sampai 2018,” ujar Eka.

Sementara hingga kini, sambung Eka, Disdukcapil Tanjungpinang masih terus melayani perekaman data E-KTP. Kendati Mendagri RI Tjahjo Kumolo sudah memastikan bakal memperpanjang tenggat perekaman data kependudukan hingga pertengahan 2017 mendatang, Eka tetap mengimbau masyarakat yang belum mengantongi E-KTP agar segera melakukan perekaman data. Kini proses perekaman dan pencetakan E-KTP yang sebelumnya sempat terhenti sudah bisa kembali dilanjutkan.

“Tintanya sudah datang kok. Petugas kami sudah bisa melanjutkan kembali perekaman data dan pencetakan E-KTP,” ujar Eka.

Setidaknya ketiadaan tinta cetak beberapa waktu lalu telah membuat 4.451 E-KTP yang terhenti proses cetaknya. Disdukcapil Tanjungpinang hanya bisa menunggu pengiriman tinta dari pemerintah provinsi. Pasalnya, pengadaan tinta cetak E-KTP ada di ranah pemerintah provinsi.

Sementara hingga Juni 2016 kemarin, Disdukcapil Tanjungpinang mencatat setidaknya masih ada 45.528 warga Tanjungpinang yang belum melakukan perekaman data kependudukan. Sebelum jatuh tenggat, Eka optimistis seluruh warga Tanjungpinang sudah mengantongi E-KTP. “Ya kalau tidak ada kendala teknis, kami optimistis bisa selesai,” pungkas Eka. (muf/bpos)

Respon Anda?

komentar