Gelombang Laut Capai 2,5 Meter di Natuna, Nelayan Diminta Waspada

415
Pesona Indonesia
Awan gelap seperti bergulung-gulung di Selat Malaka, Minggu (21/8) sekitar pukul 11.00 WIB terlihat dari perairan Singapura. Cuaca buruk telah mengakibatkan kecelakaan di perairan Tanjungpinang, dimana 15 penumpang pompong dari Tanjungpinang tujuan Pulau Penyengat tewas tenggelam. F. Bambang Irawan untuk Batam Pos
ilustrasi. Foto: Bambang Irawan untuk Batam Pos

batampos.co.id – Sejak beberapa hari terakhir cuaca di Natuna cukup ekstrim. Hujan lebat yang disertai angin kencang menyebabkan listrik padam.

Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Ranai, Asrul Saparudin mengimba, masyarakat tetap waspada saat melaut. Gelombang laut di perairan Natuna diperkirakan mencapai 2,5 meter.

“Kami imbau masyarakat harus waspda, tinggi gelombang maksimum dapat terjadi dua kali lipat,” kata Asrul, Senin (17/10).

Tiga hari kedepan, kata Asrul lagi, kondisi cuaca wilayah Natuna kecendrungan masih banyak awan dan banyak pembentukan awan-awan rendah. Jadi berpotensi hujan ringan hingga sedang pada pagi, siang dan malam hari.

Suhu udara berkisar 25.0’C-32.0’C dengan kelembaban udara berkisar 70persen hingga 97 persen. Angin bertiup dari arah Selatan menuju Barat dengan kecepatan berkisar 8 hingga 35 kilometer per jam.

Asrul mengatakan, saat ini direkomendasikan cuaca buruk diwilayah Natuna. Masyarakat diharapkan waspada dan berhati-hati selama tiga hari kedepan. Baik terhadap tinggi gelombang laut maupun terhadap awan gelap dan tebal.

“Awan comulonimbus dapat menyebabkan terjadinya hujan lebat, guntur disertai petir dan angin kencang, sehingga berpotensi gelombang tinggi dengan tiba-tiba,” imbaunya.(arn/bpos)

Respon Anda?

komentar