KP Hiu Macan 01 Tangkap Empat Kapal Asing yang Hendak Mencuri Ikan

496
Pesona Indonesia
Kapal Pengawas (KP) Hiu Macan 01  mengamankan kapal nelayan asing yang hendak mencuri ikan di Perairan Indonesia. foto:humas Bakamla RI
Kapal Pengawas (KP) Hiu Macan 01 mengamankan kapal nelayan asing yang hendak mencuri ikan di Perairan Indonesia. foto:humas Bakamla RI

batampos.co.id – Kapal Pengawas (KP) Hiu Macan 01 kembali menangkap empat kapal asing. Tiga diantaranya yakni KM. JHF 7009 TU2, KM. JHF 7009 TU1, KM. JHF 398 TU2. Ketiga kapal itu masing-masing dikendalikan satu ABK.

Kapal tersebut merupakan kapal lampu asal Malaysia. Ketiga kapal itu berfungsi untuk menarik perhatian ikan supaya ikan mengumpul. Tujuannya setelah ikan mengumpul, baru kapal penangkap ikan beroperasi.

Namun sangat disayangkan, satu kapal penangkap yang merupakan satu kesatuan dari tiga kapal itu berhasil meloloskan diri lantaran kapal Hiu Macan saat akan mengejar kapal itu, propeler kapal tersangkut tali rumpon.

“Pas akan mengejar kapal asing itu, kapal Hiu Macan tersangkut tali rumpon, jadi mesin kapal hiu macan langsung mati mesin, makanya kapal asing itu lolos,” ungkap Kepala Satker Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Antang, Mochamad Erwin, kepada wartawan Senin (17/10).

Setelah kapal penangkap asal Malaysia lolos, kata Erwin, KP Hiu Macan 01 menangkap satu kapal asal Vietnam yakni KM. BTH 96467 TS dengan jumlah ABK ada 6 orang. Jadi ada empat kapal yang berhasil ditangkap Hiu Macan 01 dengan total ABK ada 9 orang. Keempat kapal itu sekarang sudah diserahkan kepada PSDKP Anambas untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut.

Karena fungsinya berbeda-beda, maka barang bukti yang berhasil dikumpulkan juga berbeda. Untuk kapal lampu KM. JHF 7009 TU1, barang bukti yang dikumpulkan yakni 1 unit mesin generator Mitsubishi 400 MFH, 18 lampu 1500 watt, 6 lampu 1000 watt, 1 kompas, 1 gps, 1 sounder Koden CVS-126, 1 radio galaxy star 2400 dan 1 radio FM ICON IC-2300 H.

Dari KM. JHF 7009 TU2 barang bukti yang diambil yakni 1 unit mesin generator Bowman EH 200, 19 lampu 2000 watt, 1 compas, gps radio dan dari KM. JHFA 398 TU2, barang bukti yang dikumpulkan yakni 1 unit mesin generator Bowman CB 120, 26 lampu 2000 watt, satu kompas, satu GPS dan satu radio super star SS-69.

Sementara itu barang bukti dari KM. BTH 96467 TS yakni 280 kg ikan manyung, satu kompas express, 1 GPS, satu radio SSB ICOM IC 707, satu unit radio SSB Vertex Standard VX-1700 dan satu unit radio galaxy 2400. “Untuk kapal ini menggunakan alat tangkap rawai (kail tanpa umpan). Rawainya juga kita jadikan alat bukti,” jelas Erwin.

Lanjut Erwin, baik ketiga kapal lampu asal Malaysia maupun kapal rawai asal Vienam tersebut wajib ditangkap karena tertangkap basah sedang mencuri ikan diperairan Anambas. Setelah dilakukan pemeriksaan awal, mereka tidak memiliki dokumen perikanan yang sah dari kementerian RI.

Untuk tiga kapal asal Malaysia tersebut, kata Erwin belum tentu dimusnahkan karena tidak terbukti menangkap ikan. Kapal itu hanya sebagai pendukung penangkapan ikan. Jadi ada kemungkinan besar tidak ditenggelamkan tapi ada kemungkinan dikembalikan dengan syarat harus menebus denda.

“Jika yang dilanggar mengenai perizinan bisa dikenakan denda Rp 2 miliar, tapi jika masalah lainnya bisa jadi kurang dari Rp 1 miliar. Bisa saja sekitar Rp 200 juta,” jelasnya. (sya/bpos)

Respon Anda?

komentar