Pelayanan Dokumen Kependudukan Tetap Normal Usai 3 Pegawai Terjaring OTT

499
Pesona Indonesia
Kantor Dinas Kependudukan Kota Batam tetap buka setelah OTT Polda Kepri terkait dugaan pungli pengurusan dokumen kependudukan di dinas tersebut. Foto: mbb/pm
Kantor Dinas Kependudukan Kota Batam tetap buka setelah OTT Polda Kepri terkait dugaan pungli pengurusan dokumen kependudukan di dinas tersebut. Foto: habibi/posmetro

batampos.co.id – Meski Kabid Pencatatan Sipil Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disduk Capil) Kota Batam Jamaris; Kasi Perpindahan Penduduk Nasibah; dan staf Jamaris Irwanto, terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Tim Merah Putih Polda Kepri, Senin (17/10/2016), namun pelayanan tetap normal.

Posmetro (grup batampos.co.id) melaporkan, pantauan di Disduk Capil Batam di Sekupang, Selasa (18/10/2016) pelayanan pengajuan pemohonan dokumen kependudukan seperti e-KTP,  akte, surat pindah, dan lainnya tetap berjalan seperti biasa. Namun, pengambilan sejumlah dokumen penting untuk saat ini mengalami penundaan, sehubungan dengan adanya pemeriksaan.

Apalagi sejumlah dokumen kependudukan dibawa Tim Operasi Merah Putih Polda Kepri sebagai barang bukti.

“Ya, terpaksa kita tunda sampai Senin (24/10/2016) depan karena beberapa ruangan masih terkunci Disegel penyidik, red). Ada beberapa berkas di dalam yang sudah selesai seharusnya bisa diambil hari ini, namun tak bisa diambil,”  kata Taufik, Sekretaris Disdukcapil Batam.

Ia mewakili Disdukcapil Batam, memohon maaf kepada masyarakat atas penundaan tersebut. Karena satu hal yang tidak diduga terjadi di dinasnya. Pihaknya sudah memasang kertas himbauan di depan pintu masuk pengurusan e-KTP dan surat pindah.

“Nanti mereka (warga) akan kita hubungi setelah masalah ini selesai. Karena hari ini, sebagian pegawai tidak berada di tempat, masih dalam proses pemeriksaan di sana (Polda),” imbau Taufik.

Pantauan di lapangan, tampak sejumlah pegawai tetap melayani warga yang mengurus segala keperluannya. Wajah-wajah lesu mereka terlihat jelas, sebagian sibuk dengan tugasnya masing-masing.

“Kaget saja semalam tiba-tiba satu persatu dibawa petugas polisi,” ujar pegawai Disdukcapil Batam.

Tina, seorang warga yang mau mengambil surat pindah, merasa kecewa. Namum, ia dapat memaklumi penundaan tersebut. Ia sudah mengetahui kejadian tersebut melalui media sehingga ia memutuskan pulang kembali ke rumah.

“Tak apalah, kata pegawai Disduk kalau sudah bisa diambil kita akan dihubungi atau di sms. Tapi kok bisa ya tertangkap, tapi saya berharap masalah ini cepat selesai jadi pengurusan apapun di sini berjalan lancar,” tutupnya. (hbb/posmetro)

Respon Anda?

komentar