Pembangunan Pelabuhan Malarko Dilanjutkan Tahun 2017

359
Pesona Indonesia
Gubernur Kepri berdialog dengan Wabup Karimun tentang pembangunan Pelabuhan Malarko. foto:tri haryono/batampos
Gubernur Kepri berdialog dengan Wabup Karimun tentang pembangunan Pelabuhan Malarko. foto:tri haryono/batampos

batampos.co.id – Proyek pembangunan Pelabuhan Malarko di Desa Pongkar, Kecamatan Tebing, bakal dilanjutkan tahun 2017 mendatang. Meski pembangunan yang dimulai tahun 2012 dengan dibiayai Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) ini, hingga kini baru rampung 80 persen.

Jika rampung, diyakini Pelabuhan Malarko bakal menjadi pelabuhan kargo terbesar di Kabupaten Karimun. Hal ini ditegaskan Gubernur Kepri, Nurdin Basirun saat meninjau lokasi, Sabtu (15/10) lalu.

“Benar saya sudah ketemu Menteri Perhubungan. Yang pasti, kelanjutan Pelabuhan Malarko dilakukan tahun 2017. Perkiraan anggaran mencapai ratusan miliarlah,” jawab mantan Bupati Karimun ini.

Dilanjutkannya proyek nasional ini, sejalan dengan misi dan visi Presiden RI Jokowidodo bahwa Indonesia akan menjadi poros maritim dunia. Salah satunya, poros maritim untuk wilayah Indonesia Barat, adalah Provinsi Kepri. Sehingga, sangat tepat keberadaan Pelabuhan Malarko yang berhadapan langsung dengan Selat Malaka sebagai pintu gerbang pelayaran dunia.

“Jadi di Kepri 96 persen laut, termasuk di Kabupaten Karimun. Pergerakan perekonomian hampir rata-rata berada di laut, seperti lalulintas kapal yang membawa barang-barang. Ini menjadi peluang besar untuk pergerakan ekonomi disektor jasa pelayaran,” ungkapnya.

Sehingga, lanjut Nurdin lagi, apabila Pelabuhan Malarko ini sudah berfungsi nantinya. Secara otomatis akan dapat menekan angka inflasi ekonomi, dimana pergerakan arus barang lebih cepat dan dapat menekan angka biaya operasional hingga ke pasar atau ke tempat penjualan.

“Efeknya cukup luar biasa nanti. Jadi semua kepala daerah kabupaten/kota, harus benar-benar menangkap peluang yang ada di daerahnya,” jelasnya.

Sementara Wakil Bupati Karimun, Anwar Hasyim, sangat mendukung usaha Gubernur Kepri untuk menuntaskan pembangunan infrastruktur Pelabuhan Malarko. Sebab, Pemerintah Daerah Karimun dipastikan tidak akan mampu untuk melanjutkan. Mengingat anggaran yang dibutuhkan cukup besar, akan tetapi pembangunan inftrastruktur darat atau akses jalan dari pelabuhan ke darat pihaknya siap membangun.

“Alhamdulillah, Pak Gubernur Kepri sudah berupaya semaksimal untuk menuntaskan pelabuhan Malarko. Kita (Pemda Karimun-red), tinggal bagaimana transportasi darat bisa dimaksimalkan nanti,” ucapnya. (tri/bpos)

Respon Anda?

komentar