Putri Kasi Perpindahan Penduduk Batam Histeris Saat Ibunya Dibawa Polisi

970
Pesona Indonesia
Tiga PNS Disdik Batam, Jamaris (kaca mata), Nasibah (kerudung hitam), dan staf Jamaris, Irwanto, saat terjaring OTT Tim Merah Putih Polda Kepri, Senin (17/10/2016). fOTO: dALIL hARAHAP/BATAMPOS
Tiga PNS Disdik Batam, Jamaris (kaca mata), Nasibah (kerudung hitam), dan staf Jamaris, Irwanto, saat terjaring OTT Tim Merah Putih Polda Kepri, Senin (17/10/2016). fOTO: dALIL hARAHAP/BATAMPOS

batampos.co.id – Suasana haru mewarnai operasi tangkap tangan (OTT) Tim Merah Putih Polda Kepri yang menjaring tiga pegawai negeri sipil (PNS) Disduk Batam, Senin sore (17/10/2016).

Kasi Perpindahan Penduduk, Nasibah, salah satu yang terjaring saat itu ternyata membawa putrinya ke kantor. Nah, saat polisi hendak membawanya ke Mapolda Kepri untuk pemeriksaan lebih lanjut, mendadak putrinya yang masih kecil menangis histeris sambil memeluk ibunya.

Suasanapun menjadi haru. “Gak apa-apa nak,” kata Nasibah sambil memeluk anaknya. “Mama pemeriksaan dulu ya,” ujar Nasibah menenangkan putrinya.

Namun upaya Nasibah menenangkan putrinya itu tak membuahkan hasil. Tangis sang putri kian meledak saat Nasibah melepaskan pelukannya karena harus segera naik mobil polisi yang akan membawanya ke Mapolda Kepri.

Nasibah juga tak kuasa menahan air matanya. Ia masuk ke mobil dengan mata berkaca-kaca.

Nasibah dan atasannya Kabid Pencatatan Sipil Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disduk Capil) Kota Batam, Jamaris, serta satu staf Jamaris, Irwanto, memang terjaring OTT Tim Merah Putih Polda Kepri dengan dugaan melakukan pengutan liar (pungli) pengurusan dokumen kependudukan.

Namun sejauh ini, status ketiganya masih sebagai terperiksa. Namun tidak menutup kemungkinan ketiganya menjadi tersangka pungli jika uang yang disita polisi dari laci meja kerja ketriganya terbukti hasil pungli.

Bila terbukti melakukan pungli, ketiganya terancam hukuman penjara selama enam tahun atau denda paling banyak Rp 75 juta. “Mereka diduga melanggar pasal 368 KUHP dan pasal 95 huruf B UU RI No 24 thn 2013,” kata Direktur Direktorat Kriminal Umum Kombes Pol, Eko Puji Nugroho. (ska/cr17/spt)

 

Respon Anda?

komentar