Tiga PNS Pemko Batam Terjaring OTT Pungli Polda Kepri

556
Pesona Indonesia
Dir Krimum Eko Pujinugroho (Kiri) mengintrogasi Kadisduk, Mardani (Kanan) bersama Kabid Catatan Sipil, Jumaris (Menghadap Kamera) di kantor Disduk Sekupang, Kamis ( 17/10/2016). Foto: Dalil Harahap/Batam Pos
Dir Krimum Eko Pujinugroho (Kiri) mengintrogasi Kadisduk, Mardani (Kanan) bersama Kabid Catatan Sipil, Jamaris (Menghadap Kamera) di kantor Disduk Sekupang, Kamis ( 17/10/2016). Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Tim Operasi Tangkap Tangan (OTT) Polda Kepri terkait pungutan liar (pungli) menjaring tiga pegawai negeri sipil (PNS) di Lingkungan Pemko Batam, Senin (17/10/2016) pukul 15.30 WIB.

Tiga PNS Pemko Batam itu yakni Kabid Pencatatan Sipil Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disduk Capil) Kota Batam Jamaris; Kasi Perpindahan Penduduk Nasibah; dan staf Jamaris Irwanto.

Dalam OTT ini polisi juga mengamankan uang sebanyak Rp 2.484.000 dari laci milik Jamaris. Lalu dari laci Nasibah polisi menemukan uang tunai sebanyak Rp 2.100.000.

Sementara dari laci milik Irwanto ditemukan uang sebanyak Rp 700 ribu. UangĀ  tersebut diduga hasil dari pungutan liar (pungli) dari masyarakat yang mengurus dokumen kependudukan.

“Dari hasil penyelidikan sementara waktu, masyarakat atau calo yang mengurus memberikan sejumlah uang di dalam dokumen. Uang yang diberikan bervariasi, mulai dari Rp 20 ribu hingga Rp 150 ribu,” kata Plt Kabid Humas Polda Kepri, AKBP Erlangga, Senin (17/10/2010).

Uang yang disetorkan tersebut, ditenggarai untuk mempelancar pengurusan dokumen. Erlangga menyebutkan di Bidang Catatan Sipil yang ditangani Jamaris, melayani penerbitan akta lahir, akta nikah, surat pindah.

“Kebanyakan dokumen yang diurus, diproses tidak melalui prosedur yang ada,” ungkapnya.

Sementara Nasibah yang merupakan Kasi Perpindahan Penduduk diduga menerima uang hasil pungli dari pembuatan KTP.

Informasi yang didapat, atasan Nasibah yakni Kabid Pendaftaran dan Informasi Heryanto Yusuf diperiksa hanya dimintai keterangan terkait uang dilaci Nasibah.

Ketiga orang tersebut saat ini dibawa ke Mapolda Kepri untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Mengenai aliran uang ke pejabat-pejabat yang menjadi atasan ketiga orang itu, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman. Sebab ada dugaan uang tersebut juga masuk ke kantong-kantong para pejabat lainnya.

“Statusnya masih terperiksa, masih dalam pengembangan kita,” kata Direktur Direktorat Kriminal Umum Kombes Pol, Eko Puji Nugroho, kemarin.

Selain uang, polisi juga mengamankan 43 dokumen akta kelahiran, enam surat kematian, fotokopi surat-surat persyaratan pengurusan akta kelahiran, surat keterangan pindah, 14 buah E-KTP, dan 3 KTP SIAK.

Bila terbukti melakukan pungli, ketiganya terancam hukuman penjara selama enam tahun atau denda paling banyak Rp 75 juta. “Mereka diduga melanggar pasal 368 KUHP dan pasal 95 huruf B UU RI No 24 thn 2013,” kata Puji. (ska/cr17/spt)

Respon Anda?

komentar