1.498 Perusahaan Menunggak Iuran, BPJS TK Libatkan Pengacara Negara

279
Pesona Indonesia
BPJS Ketenagakerjaan
BPJS Ketenagakerjaan

batampos.co.id – Kantor Wilayah Kerja Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS TK) Cabang Tanjungpinang, menyerahkan piagam penghargaan kepada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri, selaku pengacara dan pendamping hukum negara yang telah berhasil menagih perusahaan yang menunggak iuran BPJSTK sebesar Rp 1,3 miliar.

Penyerahan tersebut diserahkan oleh Kepala BPJSTK Tanjungpinang, Jefri Iswanto ke Kepala Kejati Kepri, Andar Perdana Widianto, di Kantor Kejati Kepri, Senin (17/10).

Andar mengatakan, Kejati selaku penerima kuasa BPJSTK, akan tetap mendukung tercapainya kepesertaan maksimal hingga 2019 mendatang.

“Keberhasilan Kejati Kepri yang menagih perusahaan yang menunggak dari wilayah BPJSTK Sekupang dan Nagoya adalah sebesar Rp 1,172,908,337 dari total Rp 5 miliar. Sedangkan wilayah BPJSTK Tanjungpinang tertagih Rp 494 juta dari Rp 1,061 miliar,” katanya.

Hal ini, kata Andar, mengambarkan adanya potensi masalah ketenagakerjaan sangat besar dan perlu kerjasama dalam hal pengawasan.

“Baik itu dilakukan sendiri oleh BPJS TK atau mengajak pihak lain, seperti Dinas Tenagakerja dan Jaksa. Kedepan saya minta supaya diverifikasi kembali tentang jumlah tenaga kerja di Kepri,” tambahnya.

Kepala kantor kerja wilayah BPJSTK cabang Tanjungpinang, Jefri Iswanto mengucapkan terima kasih kepada Kejati Kepri selaku pengacara atau pendamping hukum dalam hal tunggakan perusahaan yang membayar iuran kepada BPJSTK.

Namun terkait menunggak perusaahaan iuran BPJSTK cabang Tanjungpinang, kata Jefri, sebelumnya sudah melakukan pemberitahuan melalui surat, email, sms blasting.

“Namun perusahaan yang menunggak tidak mengindahkan surat peringatan dari BPJSTK. Maka dari itu, sesuai dengan produser yang ada, maka BPJSTK menyerahkan kepada kejaksaan sebagai pengacara negara dan ini diatur oleh UU,” katanya.

Sementara untuk jumlah yang menunggak khususnya di wilayah kerja BPJSTK cabang Tanjungpinang, ada sekitar Rp 1,061 miliar dan saat ini tertagih sekitar Rp 494 juta.

Sedangkan untuk jumlah keseluruhan perusahaan di wilayah kantor BPJSTK Cabang Tanjungpinang ada sekitar 3.686 perusahaan.

“Dari 3.686 perusahaan tersebut, perusahaan yang menunggak ada sekitar 1.498 per September 2016,” ucapnya.

Untuk itu, Jefri mengimbau kepada seluruh perusahaan yang menunggak iuran, dapat segera membayar. Agar pelayanan BPJSTK dan perusahan yang menunggak, bisa mendapatkan palayanan dari BPJSTK.

“Kami akan terus memanggil perusahaan- perusahaan yang menunggak pembayaran,” tegas Jefri. (cca/bpos)

Respon Anda?

komentar