Desa Musai Terus Membangun, Tunggu Pencairan Dana Desa Tahap II

363
Pesona Indonesia
Jalan yang sudah disemenisasi di Desa Musai, Lingga. foto:hasbi/batampos
Jalan yang sudah disemenisasi di Desa Musai, Lingga. foto:hasbi/batampos

batampos.co.id – Kepala Desa Musai, Syafri Sidek mengatakan pembangunan fasilitas umum desa terus dilakukan. Bersumber dari dana DD ada ADD tahun 2016 kesiapan fasilitas publik desa terus digesa agar dapat dinikmati langsung warga.

Sejumlah pembangunan tahap pertama di Desa Musai, kata Syafri, seperti rehab dan semenisasi jalan telah terealisasi. Mulai dari batu miring, box cover hingga penimbunan jalan Dusun II Pelandok serta rehab jalan semenisasi RT 1 dan RT 2 sepanjang 727 meter dan batu miring untuk RT 3.

“Kami dibantu tenaga teknis agar program desa bisa berjalan sesuai prosudur. Alhamdulillah, kegiatan tahap pertama, sudah selesai semua. Laporan realisasi juga sudah disampaikan ke BPMD Kabupaten Lingga,” ungkap Syafri kepada Batam Pos.

Untuk tahap I Tahun 2016 disampaikannya, desa berhasil menyerap Rp 616.860.885,31. Dimana Rp 370 juta digunakan untuk pembangunan fisik. Sedangkan sisanya untuk operasional kantor dan gaji.

“Jadi sekarang kami menunggu pencairan tahap II untuk menyelesaikan rehab jalan RT 4 Dusun 2 Pelandok. Jalan tinggal disemenisasi saja. Tahap pertamanya sudah selesai. Kami juga akan ada kegiatan fisik semenisasi dan drinase lagi pada tahap II nanti,” sambungnya.

Sampai saat ini dijelaskannya, hampir seluruh fasilitas umum seperti jalan warga telah tertata dengan baik.

“Serapan anggaran, tahap I ada rehab untuk semenisasi nilainya Rp 188.473.967,80 sen. Terealisasi Rp 185.997.220 dan masih ada silpa Rp 2 Juta lebih. Pembangunan jalan RT 1 dan RT 2 sepanjang 727 meter. Selain itu, pembangunan jalan semenisasi Dusun Pelandok senilai Rp 275.332.466,60 . Tapi yang baru terealisasi tahap I sebesar Rp 97.366.550. Sisanya 177.965. 916,60 belum dicairkan menunggu tahap II untuk semenisasi jalan 400 meter. Semuanya dari dana DD. Sementara untuk RT 3, tembok penahan tanah dan batu miring telah selesai. Pagu dana Rp 88.771.343.00. Realisasinya Rp 87.019.150.00 jadi masih ada silpa Rp 1.752.193.00 panjangnya 93 meter,” paparnya.

Sebagai desa terbaik sejak tergabung dalam provinsi Riau tahun 1997 maupun di Kepri pada tahun 2007 lalu, tanggung jawab membangun desa bagi Syafri adalah amanah yang harus diemban. Musyawarah dan mufakat menjadi modal bersama desa untuk menata pembangunan menjadi lebih baik.

Ditempat yang sama, Ketua RT 04 Dusun Pelandok, Jamal kepada Batam Pos mengatakan progres pembangunan desa sangat memberi dampak kepada masyarakat. Jalan dusun yang masih dalam tahap pengerasan, diharapkannya dapat segera diselesaikan akan mempermudah akses warga. “Kemarin sudah selesai ditimbun. Kami senang dan menunggu disemen saja untuk akses lebih baik,” tutupnya. (mhb/bpos)

Respon Anda?

komentar